Pernah merasa kesulitan mencari celana denim, jeans, atau chino sesuai selera, size, bahkan budget?

Salah satu jasa yang bisa memuaskan selera Anda adalah Rumah Denim dan Comic Jeans. Tinggal mencantumkan tinggi, berat badan , atau size ukuran jeans yang telah dimiliki, warna dan model yang diinginkan, serta alamat tempat tinggal, Anda sudah bisa memakai jeans sesuai selera.

Menurut Ali Akbar Taufani, pemilik  Comic Jeans,  bagi yang memesan jeans atau denim di tempatnya, akan diberikan contoh terlebih dahulu. Jika konsumen sudah menetapkan pilihan, baru akan diproses.  Ali berani memakai garansi  1 tahun untuk produknya. Urusan memperpendek atau memperkecil bahan jeans/denim pun bisa dilakukan secara gratis, sebagai jaminan garansi.

“Yang banyak disuka anak muda adalah jeans dari Jepang dan Thailand, dengan model skiny dan slimfit, atau ketat dan lurus. Untuk harga bahan lokal sekitar Rp135ribu grade – Rp185ribu. Sedangkan untuk bahan impor mulai Rp200-900ribu," jelasnya saat berbincang bersama KBR pada Obrolan Ekonomi.

Perbedaan harga itu berdasarkan kualitas warna. Untuk bahan impor warna bertahan lebih lama, sedangkan kalau bahan lokal, warna aslinya gampang memudar.

Ia menjelaskan, denim adalah bahan yang masih mentah, jadi bisa dibentuk. Sedangkan bahan jeans prosesnya sudah melalui pencucian. Belajar membuat pola pun, ia lakukan dengan mencari refrensi di Youtube. Untuk mencari bahan jeans yang baik, ia menyarankan  jangan terlalu tipis dan tebal, serta harus dilihat dilihat juga keawetan dan jahitannya.

Pemakaian jeans tidak ada matinya,  peminatnya  pun dari  semua kalangan. Untuk menggambar polanya pun tak sulit. Berbeda dengan baju atau gaun---yang modelnya setiap tahun terus berubah mengikuti perkembangan zaman. Hal inilah yang membuat Ali tertarik memulai usaha ini  sejak 2011.

Berkat kegigihanya, kini, Ali sudah buka cabang Comic Jeans di Bintaro, Pamulang, dan Gandaria---serta satu mitra di daerah Condet. Dengan jumlah pegawai dan penjahit 24 orang, dalam sehari ia bisa melayani 30 order. Satu penjual bisa menjual 7 celana. Dalam sebulan ia mampu  meraup omzet Rp150-300 juta.

Padahal, modal awal ketika membuka usaha ini, Ali mengaku hanya Rp10 juta. Dengan modal itu, ia sudah bisa mempunyai mesin jahit biasa, mesin obras, mesin lubang kancing dan mesin pasang kancing. Kini, sudah banyak yang mempercayakan jahitan bahan denim dan jeans kepadanya. Baginya, ada kepuasan pribadi ketika produk produknya disukai orang.

"Kalau penjualan lebih banyak didapat dari penjualan secara on line yang dipesan melalui pin BB 2a51512e. Dari Sumatera sampai Papua sudah pernah kita layani. Kalau untuk pembelian dari luar negeri, pernah ada yang beli dari Malaysia. Jika ada yang memesan  3 celana, free ongkos kirim untuk seluruh Indonesia dan kita juga menerima produksi untuk event-event,” ujarnya.

Ia menambahkan, tren ke depan akan musim celana yang bagian pergelangan kakinya memakai karet seperti celana yang digunakan untuk jogging. Meski begitu,  jeans atau denim tersebut tetap terlihat modis.  

Ke depan, ia akan merambah cabang ke kota-kota lain seperti Jogya dan Denpasar, Bali. Selain itu, produk baru yang akan dikembangkan adalah kemeja, jaket, hotpants dan jogger.

“Bisnis jeans ini prospeknya cerah banget, ditambah dengan bahan yang bervariasi. Dan untuk memulai usaha ini, tak perlu  harus pintar menjahit, yang penting tahu seluk beluknya. Saya saja tidak bisa menjahit,” pungkasnya.

Jika ingin melihat ragam  produk Rumah Denim dan Comic jeans  ini, bisa dijajal melalui webnya comicjeans.com

Editor : Rio Tuasikal 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!