Richard Avis, Time Twin

KBR68H, Jakarta – Anda mungkin tidak kenal Richard Avis. Tapi kalau Anda lahir pada 1 Desember 1974, sapalah Richard di akun Twitter @Time_Twin 


Richard Avis (39) sekarang berada di Indonesia, lalu pekan depan ke Kuala Lumpur. Misi utamanya adalah mencari orang-orang dengan tanggal lahir yang sama dengan dirinya, yaitu 1 Desember 1974. Ini adalah bagian dari eksperimen budaya “Time Twins” untuk mencari orang-orang bertanggal lahir sama dari penjuru dunia. Lewat perjalanannya ini, Richard ingin mengeksplorasi budaya dan pengalaman seseorang dari wilayah bumi yang lain. 


Pertanyaan utama yang diajukan Richard di perjalanannya adalah “Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana kehidupan Anda jika lahir di tempat lain?” Dan itulah yang dilakukan Richard dengan berkeliling dunia, mencari Time Twin-nya. 


Kembaran di Indonesia


Proyek “Time Twins” ini dimulai Richard sekitar 2,5 tahun lalu. Saat itu ia merasa hidupnya begitu-begitu saja. Ia lantas bertanya dalam hati, apa dan bagaimana hidup orang lain yang lahir di hari yang sama dengan saat ia lahir. 


“Bagaimana mereka menghabiskan hidup mereka? Apa yang mereka lakukan dengan hidup mereka?” kata Richard menjelaskan ketika dihubungi KBR68H hari ini (16/4). 


Richard mengaku selalu tertarik dengan budaya dan ingin tahu dengan cara hidup orang lain dari latar belakang budaya yang berbeda. 


“Kehidupan setiap orang pasti menarik dan setiap orang pasti punya cerita,” begitu kata Richard. 


Richard menulis soal proyek Time Twin ini di websitenya, juga mencari orang-orang dengan tanggal lahir 1 Desember 1974 lewat Facebook dan Twitter. “Saya juga banyak dibantu media,” katanya. 


Richard sempat berkunjung ke Tana Toraja dalam perjalanannya mencari Time Twin. Di sana ia dibantu seorang pemandu wisata yang kagum dengan proyek Time Twin lantas membantu Richard menyebarluaskan pencarian ini lewat media lokal, juga menempelkan selebaran di toko dan restoran di sana. Sayang, di Tana Toraja dia tak berhasil menemukan kembarannya. 


Di Bali, Richard berhasil menemukan Time Twin yang ke-30 sementara di Makassar, Richard bertemu Time Twin ke-31. Namanya Hiyar, seorang insinyur sekaligus calon anggota legislatif DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari PDI Perjuangan. Ketika bertemu, mereka bertukar banyak cerita meski baru pertama kali bertemu. 


Simak juga video tentang proyek "Time Twins" ini.

Dana liburan  


Richard Avis lahir pada 1 Desember 1974 di Skotlandia. Lahir sebagai anak tunggal, Richard kini bekerja sebagai konsultan manajemen di London. Tugas utamanya adalah mengawasi sejumlah organisasi dan memastikan manajemennya berlangsung baik. 


“Saya lajang, tidak menikah, dan usia saya 39,” kata Richard. 


Sekarang Richard menggunakan dana liburannya untuk berkeliling dunia mencari Time Twin. Tapi ia juga berharap ada sponsor yang bersedia mendanai perjalanannya.  


“Saya akan menulis buku soal perjalanan ini. Juga berharap ada pembuat film dokumenter yang tertarik untuk mengangkat perjalanan budaya yang luar biasa ini.”


Kembaran di seluruh dunia 


Ketika ditanya siapa kembaran yang paling menarik, Richard tertawa dan mengaku tak bisa menjawab.


Everyone is fascinating,” kata Richard. 


Time Twin pertama yang ditemui adalah Dan Parilis, seorang aktor dan sutradara film di New York. Richard menemukan Dan lewat internet, lantas mengirim email dan mengajaknya bertemu. Richard mengaku sangat terkejut ketika email itu dibalas dan Dan bersedia bertemu pada Oktober 2011. 


Kembaran lainnya ditemui di Belanda, pada Mei 2012. Namanya Sandra Van de Kamp. Ia bertemu Sandra di kejuaraan binaraga. Richard menemukan Sandra karena Sandra baru saja memenangkan ajang binaraga, dan di situ ada profil Sandra, termasuk tanggal lahirnya. Ia lantas mencoba menghubungi Sandra dan akhirnya bertemu. Sandra adalah Time Twin-nya yang ke-6. 


Ketika ia di Australia, Richard mengaku banyak terbantu media dalam menemukan Time Twin-nya. 


“Itu kali pertama saya diwawancara di TV nasional di Australia!” kata Richard mengingat saat ia diwawancara ABC Western Victoria di acara “Breakfast Show”. 


Tantangan 


“Saya mulai kehabisan waktu,” kata Richard sembari tertawa. 


Ketika Richard memulai proyek Time Twin ini, teman-temannya menantang dia untuk menemukan 40 Time Twin dengan beragam latar belakang budaya sebelum ia berulang tahun ke-40 tahun ini. 


Tapi ia yakin bisa menuntaskan tantangannya mengingat sudah ada 31 orang yang berhasil ditemuinya sampai sekarang. Selama di Indonesia, dia akan menemui Time Twin-nya yang ada di Jambi, Bukit Tinggi, sampai Kalimantan. 


Ulang tahunnya yang ke-40 segera tiba akhir tahun ini. Richard mengaku sudah banyak mendapat undangan dari para kembaran barunya untuk merayakan ulang tahun di tempat mereka. 


Tapi Richard punya impian yang lebih besar. 


"Pasti menyenangkan kalau bisa merayakan ulang tahun bersama seluruh 40 kembaran yang saya temukan di seluruh dunia. Ini pasti akan memecahkan rekor!” katanya sembari tertawa. 


Menurut Richard, setelah ulang tahun yang ke-40 nanti, ia justru ingin meneruskan aksinya mencari Time Twins sebanyak mungkin di seluruh dunia. 


Dalam beberapa bulan mendatang, Richard akan kembali ke Londondan kembali ke kehidupan rutinnya. 


“Akan sangat berbeda rasanya bagi saya untuk kembali ke London dan bekerja lagi, setelah bertemu begitu banyak orang menarik dari seluruh dunia.”


The whole project is a life-changing experience,” kata Richard menutup percakapan.

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!