alat hitung dampak sosial bencana alam

KBR68H, Jakarta – Sebuah peranti lunak yang bisa memperkirakan dampak sosial dan manusia dari bencana alam diluncurkan di Indonesia. Peranti lunak itu diberi nama InaSAFE 2.0, yang dibuat hasil dari kerjasama antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Australia dan Bank Dunia. 


Kepala BNPB Syamsyul Maarif mengatakan, InaSAFE bisa meningkatkan kesiapsiagaan Indonesia dalam menghadapi bencana dengan cara yang memadukan pendekatan ilmiah dengan pengetahuan masyarakat lokal soal resiko bencana. 


“InaSAFE memungkinkan adanya pembuatan sejumlah skenario untuk menghadapi resiko bencana alam, supaya bisa ada perencanaan dan kesiapan yang lebih baik. Ini dilakukan lewat sejumlah pelatihan, dengan memadukan informasi ilmiah seputar bencana, seperti gempa bumi, gunung meletus, tsunami atau banjir, dengan data persebaran populasi, jalanan atau infrastruktur penting lainnya,” jelas Maarif. 


Menteri-Konselor Australia untuk Kerjasama Pembangunan di Indonesia Jean Bernard Carrasco mengatakan, InaSAFE 2.0 juga bisa mengunduh peta jalanan dari OpenStreetMap (OPM), sebuah perangkat online untuk pemetaan. Fungsi baru ini memungkinkan peranti lunak ini untuk merencanakan peta evakuasi dan rute darurat. 


“Dengan bantuan Pemerintah Australia, lebih dari 1.3 juta gedung di Indonesia sudah dipetakan oleh OSM dan data ini dihubungkan dengan InaSAFE,”kata Carrasco. 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!