Perajin yang bermarkas di Kota Gudeg ini mencoba mengembangkan kreasi kain lurik dengan beragam produk fashion seperti tas dan pakaian dari bahan tradisional. Tidak hanya itu, bisnis keroyokan yang dikerjakan lima orang perempuan ini juga mengkreasi beragam produk siap pakai lainnya. "Kita juga mengerjakan alat-alat stationary, bed cover, dan cushion dengan tetap mempertahankan motif lurik ini,"kata Fitria, Manager Unit Bisnis House of Lawe.


Berbekal pengetahuan dan pengalaman selama lebih dari 7 tahun, Fitria dan kawan-kawan berhasil menciptakan produk inovatif dengan bahan dasar kain lurik yang berkualitas. "Kita memang berusaha menjaga mutu dari produk yang kami hasilkan karena kami menyasar segmen middle up yang notabene lebih mementingkan mutu ketika membeli sebuah produk. Dan produk kami adalah produk yang berdasar tradisional, ciri ini dikembangkan hingga sekarang,"ujarnya.

Bolehlah jika ada berkunjung ke Jogya mampir ke tempat ini atau juga berkunjung ke situsnya di www.houseoflawe.com.

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!