Pandji

Comic, Pandji Pragiwaksono akan tur dunia April mendatang. (Foto : @pandji)

KBR, Jakarta - Menjadi juru bicara bukan cuma urusan pejabat atau lembaga tertentu. Orang biasa pun bisa jadi "juru bicara" untuk orang lain yang suaranya belum didengar. Termasuk jadi penyambung lidah bagi aspirasi kelompok marjinal.

Inilah alasan komik Pandji Pragiwaksono menggelar tur dunia berjudul "Juru Bicara Stand-Up Comedy World Tour". Ini adalah tur kedua setelah tahun lalu Pandji menggelar tur serupa berjudul "Mesake Bangsaku". 

Sebagai 'juru bicara' Pandji akan mengangkat berbagai topik dalam pertunjukannya - penuh kritik sosial. 

“Beberapa diantaranya soal HAM, isu lingkungan, pembalakan liar, isu Islam toleran, bahkan soal industri televisi. Materi 100 persen baru. Sudah disiapkan sekitar 4 bulan," dalam wawancara dengan KBR, Kamis (24/3/2016).

Menurut Pandji, persiapan tur dunianya sudah matang. 

"Harapannya orang bisa mendengarkan pesannya. Bahwa setiap orang bisa jadi juru bicara untuk orang lain yang suaranya tidak terdengar," tambahnya.

Tur dunia komika sekaligus rapper ini didukung oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras). Koordinator Kontras Haris Azhar mengatakan Kontras siap mendukung Pandji karena ia dinilai peduli dengan isu tersebut. 

"Kami menyebutnya human rights defender," jelas Haris. 

Untuk itu, Kontras sudah memberikan Pandji bahan bacaan, sekaligus mengajak Pandji ikut dalam kampanye visual Kontras. Kontras juga menyediakan sejumlah materi untuk stand-up comedy bertema HAM, seperti soal kasus salah tangkap yang masih sering terjadi. Menurut Haris, ini menunjukkan masih adanya ketidakadilan bagi masyarakat.

Selain tema HAM, tema yang akan dibahas adalah isu lingkungan hidup, intoleransi dan industri musik sampai televisi. 

"Kehidupan gajah banyak terganggu karena industri kelapa sawit. Gajah tidak bisa bicara. Jadi saya yang menyuarakan untuk mereka," tutur Pandji dalam perbincangan interaktif Ruang Publik tadi pagi. 

Tur Dunia "Juru Bicara" ini akan dimulai pada 31 Maret mendatang. Shanghai menjadi kota pertama yang akan disinggahi. Setelah itu ia akan berkeliling di 5 benua. Puncak tur akan digelar di Jakarta pada 10 Desember 2016 - tepat di peringatan Hari HAM Internasional. 

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!