Leonardo DiCaprio unggah fotonya bersama Farwiza dan Rudi Putra saat kunjungi Leuser di akun instagram. Foto : instagram @leonardodicaprio

KBR, Jakarta- Usai perhelatan akbar Academy Awards ke-88 akhir Februari lalu, nama Leonardo DiCaprio kian melambung. Dia meraih nominasi aktor terbaik untuk pertama kali lewat peran utamanya sebagai Huge Glass dalam film 'The Revenant.' Leo juga mengundang rasa simpatik masyarakat dunia berkat pesan lingkungan yang disampaikan dalam pidatonya.

Belakangan pasangan Kate Winslet di film "Titanic" ini memang akrab dengan persoalan lingkungan hidup. Dukungannya pada upaya pelestarian lingkungan tak sebatas ucapan mulut semata. Baru-baru ini Lewat yayasan Leonardo DiCaprio Foundation, ia menyumbangkan US$3.2 juta atau setara Rp44 miliar untuk melindungi keberlangsungan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Dana untuk melindungi kawasan hutan hujan tropis terbesar di Sumatra tersebut diberikan kepada Rainforest Action Network (RAN) dan Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAKA).

Berdasarkan info dari situs resmi Taman Nasional Gunung Leuser, Leo diketahui berkunjung ke Aceh pada Minggu (27/3) menggunakan helikopter. Leo tak datang sendiri. Bersama dua aktor kawakan lainnya, Adrien Brody, dan Fisher Stevens, Leo menyempatkan diri mengunjungi Stasiun Penelitian Orangutan Sumatera tertua dan melihat Orangutan Sumatera secara langsung di habitatnya, di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Aktivis HAKA, Rudi Putra menyambut baik kunjungan bintang film "Titanic" tersebut. Kunjungan Leo, kata dia, menunjukkan kepedulian dunia internasional untuk perbaikan ekosistem leuser. Dukungan itu juga, lanjut Rudi, menjadi peringatan untuk kita orang Indonesia yang merusak alamnya sendiri. 

Terlebih kondisi Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), kondisinya sudah sangat mendesak untuk diperbaiki. "Kalau orang yang begitu terkenal, begitu kaya bisa peduli hutan, kenapa pemerintah dan masyarakat kita merusak Leuser? KEL juga hutan dataran rendah terakhir yang masih ada di Sumatera. Kalau kita kehilangan KEL berarti kita kehilangan keragaman hayati yang luar biasa besar, dan itu bencana bagi masyarakat", ujarnya.

Rudi melanjutkan, "Lebih dari 4 juta penduduk Aceh dan Sumatera Utara hidup dari air yang bersumber dari KEL. Tak kalah penting adalah keragaman hayati yang tidak ada duanya di dunia. Tidak ada tempat lain di dunia dimana orangutan, gajah, harimau, dan badak bisa hidup di satu tempat. Cuma di Leuser lah kita temukan," lanjutnya.

Meski demikian, Rudi menyayangkan, pasca kunjungan Leonardo DiCaprio itu, belum ada respon dari pemerintah setempat untuk memberi perhatian pada perbaikan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Ia berharap, pemerintah Aceh segera memberi perhatian lebih pada konservasi KEL.

Leonardo DiCaprio memang sangat memberi perhatian khusus bagi keberlangsungan lingkungan hidup. Selain menyinggung isu pemanasan global, saat memberikan sambutan di World Economic Forum, Davos, Swiss yang berlangsung 20-23 Januari 2016 lalu, Leo juga menyuarakan pentingnya berkontribusi untuk keberlangsungan sumber daya alam, seperti hutan. “Sikap dermawan adalah kunci untuk masa depan kita,” kata Leonardo DiCaprio. 


Editor: Malia

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!