Pendaki tunadaksa Sabar Gorky (keempat kanan) dan anggota tim pendakian Ekspedisi Indonesia Raya berfoto bersama sebelum berangkat ke Argentina di Jakarta, Kamis (18/2). Foto ANTARA

KBR, Jakarta - Pendaki tunadaksa, Sabar Gorky gagal mencapai puncak Aconcagua di Argentina dalam Ekspedisi Indonesia Raya. Pasalnya, di ketinggian 6600 mdpl, tim ekspedisi memutuskan mundur karena dihadang cuaca buruk.

Meski begitu, Gorky menganggap gunung setinggi 6.962 mdpl ini merupakan perpaduan antara Gunung Kilimanjaro dan Elbrus.

"Sangat luar biasa. Dua gunung jadi satu. Jalannya panjang, anginnya gede, kadang ada batu yang lebih besar dari kita menimpa kita," kata Sabar Gorky di Mabes TNI AL Cilangkap, Jumat (18/03/2016).

Dia mengungkapkan bahwa tempat terindah di Aconcagua berada di ketinggan 5600 mdpl. "Itu yang indah. Kanan kiri salju, jauh ke sana ada salju, gunung tertinggi, gunung miring," kenangnya.

Sabar mendaki dengan delapan orang lainnya, terdiri dari lima prajurit Marinir, seorang wartawati dan pendaki sipil dua orang. Pendakian ini menghabiskan waktu 18 hari.

Pria 47 tahun itu berencana menyelesaikan pendakian tujuh puncak tertinggi di dunia. Saat ini sudah empat gunung yang dia daki termasuk puncak Cartenz, pegunungan Jaya Wijaya.


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!