Resika Caesaria, pemenang Satu Indonesia Award 2014 (foto; Eka Fikriyah)

Anda yang mempunyai hati, berjiwa sosial dan mempunyai semangat dan gerakan untuk kemajuan bangsa, bersiap-siaplah menjadi incaran Astra. Pencarian itu sudah dimulai sejak Selasa (24/3/2015) bertepatan dengan peluncuran program Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU ) Indonesia Awards 2015.

Peluncuran SATU Indonesia Awards kali ke-6 ini akan mencari lima anak muda dari seluruh nusantara yang bergerak di bidang lingkungan, pendidikan, wirausaha, kesehatan dan teknologi. Kalau selama ini masing-masing kategori adalah individual, untuk tahun ini, ada tambahan kategori kelompok.

Menurut Chief of Corporate Comunication, Sosial Responsibility & Security, PT. Astra Internasional, Tbk, Pongki Pamungkas, pemberian penghargaan tersebut sejalan dengan semangat Astra untuk memberikan manfaat kepada masyarakat dari gerakan yang dibuat oleh calon kandidat.

“Harapannya tahun ini jumlah yang mendaftar diatas 2000 orang, dan akan dipilih yang benar-benar berkualitas,” ujar Pongki pada Bincang Inspiratif Satu Indonesia Awards 2015, Selasa (24/3/2015)

Program ini telah diselenggarakan sejak tahun 2010. Bagi lima orang anak muda yang terpilih, Astra akan memberikan bantuan dana kegiatan masing-masing senilai Rp 55 juta dan pembinaan kegiatan bagi para penerima apresiasi. 

“Kegiatan pembinaan itu salah satunya dengan mengajak para pemenang melakukan adopsi pohon, dan membantu serta mempromosikan mereka hingga ada yang mendapat respon dari luar negeri, “ kata Yulian Rahman, Head of Public Relations PT. Astra Internasional.

Yulian menambahkan, banyak orang kreatif dan punya hati di Indonesia ini, tapi belum terekpose. Ia menceritakan salah satu pemenang SATU Indonesia Award 2014 lalu, Marselinus Wellip, seorang mantri dari Distrik Towe, Keerom, Papua. Marselinus (30 tahun), rela menembus rimba, menyisir gunung dan menyeberangi sungai demi membaktikan diri sebagai perawat atau mantri di Puskesmas Distrik Towe, yang berada di tengah hutan tropis di pedalaman Papua. 

Jarak yang ia tempuh untuk desa terdekat saja, memakan waktu hingga 8 jam. Sementara desa yang jauh, harus ia lalui 2-3 hari. Tapi, ia rela melakukan itu karena hati, demi mengobati pasiennya. Keberhasilan atau bisa membuat orang sembuh dari sakitnya, adalah kepuasan batin yang tidak bisa dikalahkan oleh apa pun.

Begitu pula yang dilakukan oleh Resika Caesaria “Ratu Cimol Banyumas” yang siang tadi ikut berbagi cerita bersama awak media. Bisnis cemilan cimol yang berhasil menopang ekonomi keluarganya, tak ia telan sendiri. 

Dengan kerelaan hati, ia membantu warga yang tak mampu dengan memberikan jalan untuk berbisnis waralaba yang dimodalinya. Ia memberikan gerobak senilai Rp 4-5 juta secara gratis kepada orang yang bermitra dengannya. Dengan syarat, semua cimol yang akan dijual, harus dibeli darinya. Jadi, cimol dari tepung singkong yang ia buat, tinggal digoreng saja oleh mitranya.

“Terlalu egois jika rezeki saya hanya saya gunakan untuk diri sendiri. Jadi saya ingin kalau orang lain juga mendapat rezeki dari saya melalui cimol, ” ujar Resika.

Kini usaha cimol nya sudah berjalan 10 tahun. Ada 72 orang dari sekitar 10 kecamatan di Banyumas yang berasal dari kalangan pengangguran dan ekonomi lemah menjadi mitra usahanya. Rugikah Resika memberikan waralaba secara gratis kepada mitranya ? Oh, tidak, dengan kebaikkannya itu, ia justru berhasil meraup omzet Rp 90 juta per bulan.

Nah, dengan kemurahan hati para pemenang SATU Indonesia Award 2014 ini, layaklah kalau melalui program ini, Astra ingin mengekpose sekaligus memberikan penghargaan kepada lima orang yang terpilih setiap tahunnya.

Tri Mumpuni, pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan yang menjadi salah satu dewan juri SATU Indonesia Award, berharap agar pencarian anak anak muda yang kreatif dan berhati ikhlas untuk memajukan bangsa ini, dilakukan secara masif. Baginya, berbuat baik itu addicted (ketagihan), apalagi kalau diberi penghargaan.

Nah, Anda merasa mempunyai jiwa sosial dan hati yang dermawan untuk menjadikan bangsa ini lebih baik? Atau, Anda melihat ada orang-orang di sekitar yang layak untuk mendapatkan apresiasi ini ? 

Silahkan untuk mengikuti SATU Indonesia Awards 2015. Pendaftaran sudah dibuka mulai 24 Maret 2015 sampai dengan 24 Agustus 2015. Bagi 5 orang yang terpilih, akan diadakan voting publik pada 22 September-22 Oktober 21015. Sedangkan malam Apresiasi Astra untuk Anak Bangsa, akan dilakukan pada 28 Oktober 2015, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Syarat pendaftaran SATU Indonesia Awards adalah Anda yang berusia maksimal 35 tahun, boleh individu atau kelompok dengan anggota minimal 3 orang. Kegiatan yang dilakukan haruslah orisinal dan telah berlangsung minimal 2 tahun (khusus kategori Teknologi minimal 1 tahun).

Selain itu, peserta belum pernah menerima penghargaan nasional maupun Internasional dan belum terliput media nasional. Jika Anda karyawan Grup Astra dan Tempo media Grup, tidak diperbolehkan mengikuti ajang ini.

Untuk mengetahui informasi lengkap soal SATU Indonesia Award 2015, bisa dilihat melalui facebook Fan Page: Semangat Astra Terpadu, Twitter @Satu_Indonesia.

Editor: Antonius Eko

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!