Banyuwangi, Sego Cawuk

KBR68H, Banyuwangi - Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memang kaya akan kulinernya. Bahkan kuliner khas daerah di ujung timur Pulau Jawa ini tidak kalah enaknya dengan kuliner lainya yang ada di Indonesia. Salah satu kuliner yang terkenal di wilayah itu adalah sego cawuk. Sego cawuk diambil dari bahasa Using, bahasa asli Banyuwangi. Sego artinya nasi sedangkan cawuk artinya makan menggunakan tangan langsung, tanpa sendok dan garpu.

Seogo cawuk sendiri biasanya digunakan sarapan pagi oleh masyarakat Banyuwangi. Sego cawuk sangat mudah dijumpai, sebab hampir di setiap daerah di Banyuwangi banyak yang berjualan kuliner yang satu ini. Seperti salah satunya warung sego cawuk yang dimiliki oleh  Mak Mantih, di Desa Perejengan Banyuwangi.

Mak Mantih mengaku setiap harinya bisa menghabiskan 10 kilogram beras untuk membuat sego cawuk tersebut. “Malahan kalau hari libur seperti hari Minggu gitu bisa habis sampai 15 kilogram,” ujar Mak Mantih sembari melayani pelanggan di warung miliknya.

Warung Mak Mantih buka sejak pukul 06.00 wib sampai pukul 10.00 WIB. ”Sego cawuk ini jualnya memang harus pagi-pagi sekali. Karena kuliner ini memang cocok untuk sarapan pagi,” katanya.

Sego Cawuk terdiri dari nasi dengan campuran kuah yang terbuat dari parutan kelapa muda, jagung muda yang dibakar dan dicampur dengan timun serta dibumbui cabai, bawang merah, bawang putih dan sedikit asam sehingga rasanya pedas dan segar.

“Selain itu juga biasanya ditambahkan dengan kuah pindang khas Banyuwangi yang biasanya terbuat dari gula pasir yang dimasak gendam, sehingga hasil kuahnya bening dan manis,” tutur Mak Mantih.

Menurut Mak Mantih, cara memasak gendam ini hanya ada di Banyuwangi, yaitu gula pasir secukupnya dipanaskan di atas wajan sehingga lumer. Setelah berbentuk pasta langsung diberi air secukupnya, dan juga dibumbui seperti lengkuas, daun salam dan garam.

“Untuk menambah kelezatan makan sego cawuk di warung juga saya sediakan banyak menu tambahan seperti pelasan atau pepes ikan laut, kikil, dendeng, dan juga telur di masak pindang. Sebab selera orang kan berbeda-beda,” pungkas Mak Mantih.

Rusiadi, salah satu warga Kelurahan Pengantigan Banyuwangi, mengaku sering sarapan sego cawuk di warung Mak Mantih ini. Kata dia, jika tidak membawa bekal dari rumahnya maka dia selalu sarapan sego cawuk ini. “Di warung Mak Mantih ini selain cita rasanya yang lezat, pilihan menunya juga banyak sehingga sarapan disini merasa puas,” kata Rusiadi sembari tertawa.

Harga yang ditawarkan untuk seporsi sego cawuk cukup terjangkau yakni Rp 7 ribu sampai Rp 15 ribu sesuai dengan lauk yang dipesan. Anda tertarik mencobanya? Silahkan berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.

Editor: Anto Sidharta

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!