KBR68H - Riibuan orang bersorak begitu mobil putih mendekati kantor cabang baru milik Liga Nasional untuk Demokrasi, NLD, di distrik Latha, Rangoon.Daw Suu datang beginilah sebagian besar orang di Burma memanggil Aung San Suu Kyi tokoh NLD dan ikon pro-demokrasi.

Suu Kyi tersenyum dan melambaikan tangan ke arah publik yang telah menunggu hampir satu jam untuk melihat Suu Kyi dengan mata kepala sendiri. Bicara di depan teras kantor baru NLD di lantai 2, Suu Kyi mengungkapkan rasa terkejutnya ketika melihat ramainya publik yang datang

Distrik Latha dikenal sebagai wilayah Cina di Rangoon --- di sini pula, ayah Suu Kyi, tokoh kemerdekaan Burma, Jendral Aung San, memenangkan kursi politiknya bertahun-tahun silam.

Dalam pidato sepanjang 30 menit, Suu Kyi bicara soal bisnis dan politik bahwa keduanya bisa mendorong kemajuan demokrasi di dalam negeri. Semua mata tertuju pada Suu Kyi orang memadati jalanan dan berkerumun di teras-teras apartemen yang berada persis di seberang kantor baru NLD.

Kamera, telfon genggam, video semua mengarah ke Suu Kyi, tak rela kehilangan kesempatan merekam sejarah. Sebelum 2010 tak mungkin bagi NLD untuk menyelenggarakan acara sebesar ini di tengah publik.

Warga pun tak mungkin berani berkumpul dan menunjukkan dukungan mereka dengan bendera, pin, topi, kaos, dan stiker bergambarkan NLD atau Suu Kyi.

Pedagang makanan di pinggir jalan sontak kebanjiran pelanggan.

Seorang Ibu yang berjualan makanan tradisional dengan isi daging babi atau sapi. Dia mengenakan topi NLD dan mengibarkan bendera NLD pada siapa pun yang lewat.

Saya menyukai setiap kata yang Suu Kyi ucapkan. Saya berdiri di barisan depan mendengarkan semua isi pidato. Saya akan dukung dia selamanya,ujarnya.

Situasi politik berubah cepat di Burma.

Sekarang sangat mudah menemukan wahah Aung San Suu Kyi di koran yang dijual di pinggir jalan. Para penjual koran menyatakan jika media menampilkan foto Suu Kyi di halaman depan, dipastikan akan penjualan koran laris.

Dan DVD bajakan film The Lady laku keras di sini ini adalah film Hollywood tentang Aung San Suu Kyi yang dibintangi Michelle Yeoh.

Warga tengah mencecap kebebasan di Burma.

Dan semua berharap, ini akan berlangsung selamanya.

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!