Olga Lydia: Orang Indonesia Susah Berdisiplin

Suatu ketika ia berkunjung ke Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur yang terkenal dengan wisata taman bawah lautnya.

Selasa, 04 Feb 2014 21:59 WIB

Olga Lydia, kepulauan derawan, suka Jokowi, pecinta lingkungan

Tak cuma Jokowi yang gemar blusukan, artis dan presenter Olga Lydia pun punya hobi sama. Dini hari Selasa (4/2) ketika Jakarta masih diguyur gerimis yang tak berhenti sejak malam sebelumnya, ia sudah siap dengan peralatan perangnya. "Ini sepatu baru khusus aku beli buat ke gunung," katanya sembari memamerkan sepatu warna merah yang ia kenakan.

Pagi itu, atas undangan Green Radio, ia berangkat ke kawasan Puncak. Tepatnya menuju Telaga Saat di areal kebun teh Ciliwung, Puncak, Bogor. Green Radio bersama Perum Perhutani memang menginisiasi penanaman pohon di kawasan hulu sebagai salah satu solusi meminimalisasi dampak banjir di daerah hilir seperti Jakarta dan sekitarnya. Program ini sekaligus menandai aksi simbolik Gubernur Jakarta Jokowi bersama Bupati Bogor Rachmat Yasin yang ingin menyelesaikan masalah banjir secara terpadu, yakni mencegah kawasan hulu dari kerusakan lingkungan yang lebih parah.

Olga Lydia yang memang mencintai lingkungan pun menyatakan dukungannya dengan datang langsung ke lokasi penanaman pohon. Hujan dan udara dingin berkabut di kawasan Puncak tak menghalangi semangatnya untuk ikut serta membenahi lingkungan. "Saya suka Jokowi karena dia orang yang bekerja," ujarnya.

Olga yang sering bekeliling ke daerah-daerah pun bercerita tentang perilaku orang Indonesia yang susah berdisiplin untuk menjaga lingkungannya. Suatu ketika ia berkunjung ke Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur yang terkenal dengan wisata taman bawah lautnya.

"Waktu itu di atas boat. Dan nahkodahnya menabrak karang. Aku tegur, kenapa tidak hati-hati. Eh, dianya bilang, tak apa-apa, cuma sedikit kok," tutur Olga dengan nada jengkel. Bagi Olga, sikap yang menggampangkan dan memandang remeh soal-soal seperti itu merupakan awal bencana.

"Aku sampai bilang, pak, kalau karang di sini rusak, orang-orang bakal gak ke sini lagi. Mereka akan beralih ke tempat lain. Yang rugi kan bapak, kehilangan penghasilan."

Betul juga ya.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau