pelasan uling, banyuwangi

KBR68H, Banyuwangi - Anda mungkin bertanya-tanya tentang masakan yang satu ini. yaitu “Pelasan Uling “makanan khas Banyuwangi Jawa Timur. Kata pelasan diambil dari Bahasa using yang merupakan Bahasa asli Banyuwangi yang artinya pepes. Sedangkan Uling adalah ikan Sidat, masyarakat ujung timur pulau Jawa ini menamainya ikan Uling.


Ikan Sidat mempunyai kandungan gizi 25 kali lebih banyak dibandingkan susu, 2 kali ikan Salmon serta memiliki omega tinggi. Ibu hamil juga bagus mengkonsumsinya karena akan menambah kecerdasan otak bayi dan membuat daya tahan tubuh meningkat.


Tidak susah mendapatkan ikan Sidat di Banyuwangi. Masyarakat dari kabupaten yang dikenal dengan Sunrise of Java lebih mengenal Sidat dengan sebutan Uling. Anda bisa datang langsung ke Galeri Singgasana Sidat Banyuwangi yang terletak di Desa Parijata Kulon Kecamatan Serono Banyuwangi. 


Di Galeri Singgasana Sidat ini, anda bisa menikmati berbagai olahan makanan Uling. Mulai dari Uling panggang, Uling rebus dan Pelasan Uling. Namun Kalau di Banyuwangi, Sidat dikenal Uling biasanya dipepes atau dikenal dengan pelasan Uling.


Pemilik Galeri Singgasana Sidat Banyuwangi Mutiara Ulya mengatakan, membuat pelasan uling cukup mudah. Ikan Sidat dibersihkan dan dipotong-potong serta dicuci bersih. 


"Untuk bumbunya sederhana hanya cabai merah, cabai rawit, asam jawa, gula merah. Ada juga tomat yang dipotong-potong untuk menghasilkan rasa segar dan pas dengan daging Sidat yang lembut," ujar Mutiara Ulya.


Setelah bumbu siap, maka dicampur dengan Sidat yang sudah dipotong-potong lalu dibungkus daun pisang. 


“Satu pelasan berisi dua atau tiga potong daging Sidat. Lalu kemudian dikukus sebentar. Lalu dibakar agar aroma dagingnya keluar. Memang sengaja tidak diambil durinya karena pelanggan bilang sensasinya lebih terasa," tambah Mutiara Ulya.


Harga satu pelasan di bandrol Rp 15.000. sedangkan pelanggan penikmat pelasan uling ini selain datang dari dalam kota Banyuwangi, juga datang dari luar kota Banyuwangi. 


"Biasanya yang datang dari rombongan luar kota. Kami memang menyediakan semacam saung tepat di tengah tambak. Jadi pengunjung juga bisa melihat langsung budidaya ikan tawar di sini. Makan juga sekaligus belajar karena d isini ada juga ikan nila, ikan koi dan lele," ujur gadis yang sedang menempuh skripsi di Universitas Jember ini.


Salah satu warga Banyuwangi Ira Rahmawati mengku sudah beberapa kali datang ke Galeri Singgahsana Sidat Banyuwangi ini. dia mengaku ketagian menikmati pelasan Uling tersebut. Pertama kali menikmati pelasan Uling ini dia bersama keluarganya.


”Daging Sidat itu lembut pas sekali dengan bumbu tradisional yang bercitra pedas dan asam. Apalagi makannya pake nasi hangat jadi lupa kalo punya utang," katanya Ira sembari tertawa.


Anda penasaran dengan pelasan Uling? Silahkan berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi. Dijamin akan membuat anda ketagihan. 


Editor: Antonius Eko 


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!