Facebook, look back video

KBR68H - Facebook menyetuji permintaan seorang ayah yang meminta dibuatkan video kenangan personal atau Look Back video dari akun Facebook anaknya yang meninggal pada 2012. 


Video Look Back adalah video 62 detik yang bisa dibuat oleh setiap pemilik akun Facebook dengan mengambil foto-foto paling berkesan yang sudah diunggah ke Facebook sebelumnya. Kreasi terbaru Facebook ini diluncurkan untuk merayakan 10 tahun jejaring sosial ini hadir di dunia maya. 


Ini berawal dari permintaan John Berlin yang diunggah lewat YouTube dan sampai saat ini sudah ditonton lebih dari 2 juta kali. 


Dengan sangat emosional, John meminta Facebook membuatkan video sehingga ia bisa mengenang anaknya, Jesse Berlin, yang meninggal tahun 2012 lalu saat berusia 21 tahun. Keluarga yang ditinggalkan masih bisa melihat foto-foto di laman Facebook  milik Jesse, tapi mereka tak bisa membuat video Look Back karena untuk melakukan itu mereka harus masuk ke akun Jesse. 


“Yang kami inginkan hanya melihat video tersebut. Itu saja,” kata John. 


Sampai saat ini keluarga Jesse masih berduka mengingat Jesse yang meninggal dalam tidur tanpa penyebab yang jelas. 


 “Saya terus memandangi video milik teman-teman Jesse karena saya betul-betul ingin melihat dia,” kata John. 


Sebelum membuat video itu, John mengirim surat elektronik ke Facebook dan hanya mendapat balasan email otomatis. Lantas ia menempuh jalan lain dengan mengirim pesan Twitter kepada Mark Zuckerberg, pendiri Facebook. Dia mengaku tak yakin permintaannya  bakal ditanggapi. 


“Tiba-tiba saya terpikir, banyak orang mengunggah video dan video itu jadi ditonton banyak orang,” kata John. 



Lantas video disiapkan dan diberi judul "My Appeal to Facebook" dan John sendiri tak menyangka dia bakal menjadi begitu emosional. 


“Itu terjadi begitu saja,” katanya. 


Kabar gembira


Tanpa disangka-sangka, seorang perwakilan dari Facebook menelfon John dan menyatakan akan mengabulkan permintaan John Berlin. Facebook bakal mencoba mengakses akun milik Jesse dengan ‘memangkas sejumlah birokrasi’. Facebook pun tengah mempertimbangkan kebijakan baru untuk membuatkan video kenangan bagi mereka yang kehilangan keluarga tercinta. 


Facebook memastikan bakal membuatkan video yang diminta John. 


“Kisah yang disampaikan John sangat luar biasa dan menggugah emosi. Karena itu kami putuskan untuk membuatkan video itu,” seperti ditulis perwakilan Facebook lewat surat elektronik kepada USA Today network. “Pengalaman ini menguatkan kami kalau Facebook bisa melakukan lebih banyak untuk membantu orang merayakan dan mengenang kehidupan orang yang sudah lebih dahulu pergi.”


John mengaku sangat senang dengan keputusan Facebook.


“Saya telah menyentuh hati banyak orang,” katanya. “Saya tidak  bermaksud seperti itu... saya hanya ingin melihat video itu.” (usatoday, dailymail)


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!