Desa Kinahrejo, Merapi

KBR68H, Yogyakarta – Siapa sangka desa yang empat tahun lalu menjadi daerah yang paling parah terdampak letusan Gunung Merapi, kini jadi lokasi wisata? Suasana desa yang terkena erupsi dahsyat Gunung Merapi pada 2010 lalu, hingga kini masih tampak di Desa Kinahrejo. Bekas rumah, pohon, yang terbakar akibat terkena awan panas masih tampak di beberapa tempat. Tanah berpasir menggantikan pemandangan desa yang dahulunya penuh dengan tanaman. Saat Merapi meletus, 100 warga di desa ini tewas. 

Pascabencana itu, kini Desa Kinahrejo menjadi desa wisata memberikan informasi tentang keadaan pascaerupsi Merapi. Seakan warga ingin menceritakan kembali kejadian yang mereka alami melalui foto yang dipajang di beberapa rumah warga. Bahkan, rumah bekas Juru Kunci Merapi, Mbah Maridjan −yang juga menjadi salah korban awan panas− diubah menjadi sebuah museum kecil.

"Kami sengaja mengumpulkan sisa barang-barang Simbah (Mbak Maridjan) sesuai keadaan semula, serta mobil penjemput Simbah yang terkena awan panas," jelas Maridjam Mursyani, menantu Mbah Maridjan, Senin (11/2).

Di dekat museum, juga terdapat kuburan Mbah Maridjan yang dimakamkan bersama penduduk Desa Kinahrejo. Sementara, di bekas rumah Mbah Maridjan, anak-anaknya membuka sebuah kios kecil untuk menjual berbagai souvenir. Mulai dari foto, kaos hingga, CD dan souvenir lainnya. Harga souvenir yang ditawarkan pun cukup beragam antara Rp 20 ribu hingga Rp 10 ribu.

“Setiap harinya ada ratusan wisatawan yang datang ke sini. Mereka melihat puing-puing rumah Simbah, melihat makam simbah,“ tutur Maridjam Mursyani.

Namun rasanya belum puas jika hanya singgah ke Kinahrejo tanpa menikmati wisata lava tour menggunakan jeep wisata. Sopir Jeep wisata akan dengan senang hati mengantarkan untuk berkeliling dari Telaga Putri Kaliurang menuju Rumah Mbah Maridjan. Dengan Rp 250 ribu, satu Jeep wisata dengan 5 orang penumpang, maka kita akan diajak berkeliling menjelajahi desa-desa yang terkena erupsi Merapi, dan bekas Sungai Gendol yang saat ini berubah menjadi tempat penambangan pasir.

Bima, sopir Jeep wisata mengatakan, pada hari libur dapat membawa penumpang berkeliling dari Kaliurang menuju Kinahrejo hingga 3 kali. "Kalau hari libur atau weekend saya bisa mengantar dua hingga tiga kali. Tapi kalau hari biasa, 1 kali saja."

Namun jika ingin berpetualang dengan mobil atau sepeda motor, Anda juga tidak akan menemui kesulitan. Jalan desa yang halus mempermudah untuk mencapai Kinahrejo, desa tertinggi di Gunung Merapi.

Para wisatawan tidak dikenakan biaya masuk, hanya untuk kendaraan dikenaikan tarif. Untuk motor dikenakan biaya Rp 7.000 per motor dan mobil Rp 15.000. Namun, untuk biaya parkir wisatawan harus kembali mengeluarkan uang Rp 2.000 per motor dan Rp 5.000-Rp 10.000 untuk mobil.

Selain itu, jangan lupa untuk mampir ke warung kopi Merapi. Kopi yang telah dikirim ke luar negeri ini, dapat dinikmati dengan makanan khas tradisional, jadah tempe. Dan, harus diingat, waktu yang paling baik untuk melihat Gunung Merapi adalah di pagi hari. Jika lewat siang hari, dikhawatirkan Anda tidak akan melihat puncak gunung karena tertutup kabut.

Editor: Anto Sidharta

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!