Apple Jajaki Kemungkinan Penggunaan Tenaga Surya di iWatch

Baterai menjadi keluhan utama pengguna produk iPhone keluaran Apple. Ini membuat banyak orang berharap terkait rumor mengenai Apple yang akan bereksperimen dan mengeksplorasi sumber-sumber energi alternatif guna memperpanjang masa penggunaan baterai.

Rabu, 05 Feb 2014 14:55 WIB

Apple, Tenaga Surya, iWatch

KBR68H - Baterai menjadi keluhan utama pengguna produk iPhone keluaran Apple. Ini membuat banyak orang berharap terkait rumor mengenai Apple yang akan bereksperimen dan mengeksplorasi sumber-sumber energi alternatif guna memperpanjang masa penggunaan baterai.

Laman The New York Times menulis, Apple mengungkapkan sedang menguji cara baru dan inovatif untuk pengisian baterai yang memungkinkan secara induktif menggunakan tenaga surya. Cara ini memungkinkan para pencinta iPhone dapat memperpanjang masa penggunaan baterai produknya.

Sementara, laman The International Business Times juga menyatakan, “... versi awal iWatch hanya memiliki daya tahan baterai dua sampai tiga hari. Ini membuat Apple meneliti teknologi layar lain untuk memperpanjang masa pakai baterai. OLED, dikenal memiliki konsumsi daya yang lebih baik dibandingkan dengan layar LCD, namun ada juga yang menyatakan bahwa Apple sedang menjajaki pilihan lain selain OLED,”

Diketahui sebelumnya spekulasi mengenai Apple iWatch dimulai pada tahun 2012 yang akan rilis akhir 2013. Salah satu situs Cina mengungkap rincian tidak resmi tentang iWatch yang desainnya seperti cacing yang menempel di pergelangan tangan dengan layar 1.5 inci. Selain itu perangkat bluetooth untuk berkomunikasi dengan perangkat lain seperti iPhone.
 
Spekulasi lainnya, iWatch akan menampilkan kontrol suara, Siri untuk memudahkan navigasi. Namun, berdasar informasi dalam Internasional Bussines Times, Apple menahan sementara pengerjaan produk baru mereka ini karena selain masalah manufaktur, juga fokus pada masalah baterai yang tahan lama. (latinospost)

Editor: Anto Sidharta


Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.