Wisata ke Pondok Strawberry di Pacet

KBR68H, Mojokerto

Selasa, 12 Feb 2013 21:57 WIB

wisata, pondok strawberry

KBR68H, Mojokerto – Jalan-jalan ke Pacet Mojokerto rasanya kurang lengkap bila belum mengunjungi Pondok Strawberry tepatnya di daerah Sajen no 106 Pacet Mojokerto. Di tempat ini kita akan dimanjakan dengan suburnya kebun strawberry, dan juga fasiliats outbound yang cukup lengkap, pas sekali untuk anak-anak.

Menurut Hani Pemilik kebun Strawberry, kebun Strawberrynya didirikan sejak tahun 2008. Tujuan awalnya memang cukup mulia, agar anak-anak bisa mengenal strawberry, anak-anak suka menanam dan cinta lingkungan.

“ Ya, tujuannya memang Education pada anak-anak, agar mengenal sejarah strawberry, dan gimana cara menanam strawberry, anak-anak juga bisa melakuakan kegaiatan outbound lainnya” itu dikatakan Mbak Hanny sambil menunjukkan tempat outboundnya.

Selain kegiatan pengenalan tentang strawberry, di tempat ini juga kegiatan lain, seperti melukis dengan berbagai media bisa media kanvas, gerabah, tas dan caping.

Sumber:http://majamojokerto.com/interview/43/ASYIKNYA-BERWISATA-KE-KEBUN-STRAWBERRY-PACET

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.