Mengunjungi Candi Gentong di Trowulan Mojokerto

Candi Gentong, pernahkah Anda mendengar nama candi ini atau bahkan pernah mengunjunginya, kalau belum anda bisa meluncur ke daerah Trowulan Mojokerto, tepatnya di Dukuh Jambumente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan.

Kamis, 14 Feb 2013 18:03 WIB

candi gentong, mojokerto

Candi Gentong, pernahkah Anda mendengar nama candi ini atau bahkan pernah mengunjunginya, kalau belum anda bisa meluncur ke daerah Trowulan Mojokerto, tepatnya di Dukuh Jambumente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan.

Berdasar analisa carbon dating yang diteliti di Pusat Pengembangan dan Penelitian Geologi Bandung, diketahui, candi ini dibangun pada tahun 1370. Artinya, Candi Gentong berasal dari zaman pemerintahan Raja Hayam Wuruk (1350-1389). Dari data denah bangunan didukung temuan-temuan arkeologis lain, Candi Gentong dulu merupakan bangunan stupa yang relatif besar di bagian pusat, kemudian dikelilingi oleh stupa-stupa yang lebih kecil.

Nama Gentong diberikan warga karena saat ditemukan candi itu tertimbun tanah menggunung dan membentuk menyerupai Gentong atau tempat air. Seperti yang dikatakan Arifin, juru pelihara Candi Gentong.

“Tidak ada makna apa-apa, hanya saja saat ditemukan, di sekitar candi terdapat tanah gundukan yang menyerupai Gentong, akhirnya warga sekitar menyebut candi Gentong. Saat di temukan kondisi candi ya sudah seperti ini, berantakan dan rusak parah karena mungkin ada bencana alam sehingga membuat candi kondisinya berantakan.”
Candi Gentong, masih menurut Arifin, merupakan candi yang digunakan sebagai tempat Kremasi para pejabat di jaman Kerajaan Mojopahit. Di dalam candi ditemukan lebih dari seratus stupika dan bagian tengah merupakan pusat dari candi.

Letak Candi Gentong sendiri cukup berdekatan dengan Candi Brahu, jaraknya sekitar 300 meter.

Sumber: Radio Maja Mojokerto 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.