Keragaman Hayati di Tesso Nilo

Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) terletak di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu, Riau. Taman nasional seluas 38.576 hektar ini adalah hutan hujan dataran rendah yang tersisa di Pulau Sumatera.

Jumat, 08 Feb 2013 11:55 WIB

Kawasan itu memiliki banyak anak sungai yang bermuara ke Sungai Kampar antara lain Sungai Segati, Nilo, Toro, Mamahan, dan Medang. Selain itu, TNTN berfungsi pula sebagai habitat berbagai spesies seperti gajah Sumatera, harimau Sumatera, beruang madu, tapir, owa ungko, lutung budeng, macan dahan, dan burung rangkong.

Kekayaan flora TNTN memang luar biasa. Ada beragam tanaman yang bernilai tinggi. Baik dilihat dari segi komersial maupun dari sisi langkanya. Contohnya ada yang namanya kayu batu, kempas, jelutung, tembesu, gaharu, ramin, meranti dan keruing.
Yang tidak kalah menariknya, ternyata di TNTN tumbuh 82 jenis tanaman yang berfungsi sebagai obat.

Yang menjadi kekayaan alam lainnya adalah bermukimnya 644 jenis kumbang. Dengan demikian, Tesso Nilo memainkan peranan penting dalam upaya menyelamatkan sejumlah satwa serta tanaman yang perlu dilindungi dari kepunahan.

Menurut buku yang diterbitkan WWF Indonesia bekerja sama dengan Riau Elephant Conservation Program dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau tahun 2006, habitat flora dan fauna di Tesso Nilo memiliki tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.

Taman nasional ini juga pusat habitat gajah Sumatera. Potensi wisata alam masih cukup besar diantaranya atraksi kehidupan gajah liar, melihat panorama hutan dan atraksi satwa.

Untuk mencapai kawasan hutan Tesso Nilo dapat ditempuh melalui jalan darat dari Kota Pekanbaru Ibu Kota Provinsi Riau selama 5 jam melalui jalan koridor, yaitu jalan logging yang digunakan untuk mengangkut kayu tebangan.

Sumber: dari berbagai sumber

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2

KPK Periksa Marliem, Agus Rahardjo: Dia Tak Mau di-BAP

  • Berikan Remisi 17 Agustus, Pemerintah Klaim Hemat Anggaran Rp 102 Miliar
  • 72 Tahun, Warga 2 Daerah di Aceh Utara Belum Punya Desa Definitif
  • Singapura Luncurkan Bank Donor ASI

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR