INTERMEZO: Pria Ini Hidup 18 Tahun dengan Gunting Sepanjang 15 Cm di Dalam Perut

Situs kementerian kesehatan Vietnam memberitakan selama 18 tahun pria itu melakukan aktivitas tanpa masalah, seperti makan, minum, tidur, berjalan dan lain-lain.

Kamis, 05 Jan 2017 16:02 WIB

Rekaman foto sinar X memperlihatkan sebuah gunting berada di bagian perut bawah seorang pria Vietnam. (Foto: Vietnam News Agency screenshoot)

KBR - Seorang pria asal Vietnam harus mondok di rumah sakit untuk menjalani operasi setelah dokter menemukan adanya gunting bedah di dalam perutnya.

Ma Van Nhat, pria berusia 54 tahun itu semula pergi ke dokter untuk periksa kesehatan secara rutin, pada 27 Desember lalu. Tidak disangka, dokter mendeteksi ada gunting sepanjang enam inchi (15 centimeter) di perut sebelah kiri, dekat usus besar.

Yang mengejutkan, gunting itu sudah ngendon di dalam badan Van Nhat sekitar 18 tahun. Tim dokter menyebut saking lamanya berada di sana, gunting itu sudah menempel erat di organ tubuh pria itu.

Anehnya, Van Nhat jarang merasakan sakit selama belasan tahun dengan gunting tertanam di perutnya. Situs kementerian kesehatan Vietnam memberitakan selama 18 tahun pria itu melakukan aktivitas tanpa masalah, seperti makan, minum, tidur, berjalan dan lain-lain.

Baru belakangan ia merasakan sakit. Reuters memberitakan, karena sakit perut yang ia alami belakangan ini ia hanya mendapat resep obat sakit maag. Setelah sakit tak kunjung sembuh, Van Nhat meminta dokter melakukan pemeriksaan ultrasonografi. Saat itu doker memberitahu ada benda tajam ada dalam perutnya.

Pada pemeriksaan kedua, melalui sinar X, diketahui benda aneh itu adalah gunting bedah yang melekat di dalam tubuhnya dekat usus besar. Salah satu gagang gunting dalam kondisi patah.

Sabtu (31/12/2016) lalu Van Nhat menjalani operasi di Rumah Sakit Gang Thep Thai Nguyen selama 3,5 jam untuk mengangkat gunting tersebut. Situs UPI.com memberitakan ia diperkirakan sudah bisa meninggalkan rumah sakit sepekan setelah operasi.

Van Nhat memperkirakan gunting operasi itu masuk ke perutnya pada 1998, 18 tahun lalu, ketika ia menjalani operasi pasca kecelakaan mobil. Ia saat itu dioperasi di Rumah Sakit Umum Bac Kan, di Provinsi Bac Kan, Vietnam.

Kementerian Kesehatan telah memerintahkan agar dalam waktu sepekan ini Rumah Sakit Umum Bac Kan melacak orang yang bertanggung jawab atas tertinggalnya gunting itu di dalam tubuh Van Nhat.

"Meskipun orang itu mungkin sudah pensiun, kami tetap akan melacaknya," kata Direktur Rumah Sakit Bac Kan, Trinh Thi Luong. "Ini pelajaran untuk semua dokter."

Hingga kini dokter bedah yang sembrono itu belum terlacak. Media di Vietnam menyebutkan rumah sakit jarang menyimpan rekam medis pasien selama lebih dari 15 tahun.

Kasus ini menambah daftar malpraktik dalam sistem pelayanan kesehatan di Vietnam. Pada Juli 2016, seorang pria berusia 60 tahun mendapat diagnosa yang keliru bahwa ia sedang hamil.

Di bulan yang sama, Juli 2016, seorang pria membayar 250 dolar AS (sektar Rp3,3 juta) untuk biaya operasi kaki kiri, namun ternyata dokter justru mengoperasi kaki kanan. (Reuters/UPI/AFP/BBC) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.