INTERMEZO: Pria Ini Borong Hampir Seribu Eksemplar Koran untuk Menutupi Kasus Penangkapann

Polisi menyebut Talbot menolak memberikan sidik jari maupun difoto, dengan alasan tidak mau dimuat di koran.

Jumat, 06 Jan 2017 14:59 WIB

Ilustrasi. (Foto: Public Domain)

KBR - Seorang warga New York Amerika Serikat bernama Joseph Talbot dikabarkan memborong koran untuk menutupi kasus yang alami.

Pria itu sebelumnya ditangkap polisi negara bagian New York dengan tuduhan DWI, 'driving while intoxicated' (berkendara dalam keadaan mabuk) pada 29 Desember lalu. Ia ditangkap karena mengemudi ugal-ugalan dan tidak lolos tes ketenangan mengemudi.

Polisi menyebut Talbot menolak memberikan sidik jari maupun difoto, dengan alasan tidak mau dimuat di koran. Selain itu, Talbot juga menolak melakukan tes nafas mulut di lokasi kejadian untuk pemeriksaan kadar alkohol.

Pria tersebut diduga hendak menjaga reputasinya sebagai Vice Presiden di Key Insurance and Benefits Services Inc, yang merupakan anak perusahaan Key Bank. Perusahaan Key Bank masuk 20 besar bank dengan aset terbesar di Amerika Serikat.

Menurut polisi, Talbot menolak memberikan sidk jari maupn difoto mug shot (foto sebagai tersangka), karena khawatir bisa menghancurkan keluarganya.

Karena penolakan itu, Talbot pun dikenai pasal tambahan yaitu menghalang-halangi tugas aparat penegak hukum.

Namun Talbot gagal menyembunyikan kasusnya dari media. Kasus Talbot itu kemudian dimuat di koran lokal, Times of Wayne County yang beroplah 12 ribu eksemplar. Koran itu memuat kasus Talbot lengkap dengan foto pria tersebut.

Pemilik koran itu, Ron Holdraker mengatakan Talbot kemudian memborong hampir seribu eksemplar koran, seharga Rp16,600 per eksemplar atau total mencapai Rp15 juta.

Ron mengatakan berdasarkan keterangan dari agen koran di Kota Newark, Tabot memboyong hampir seribu eksemplar koran itu di setidaknya di delapan lokasi penjualan.

"Dia (Talbot) bilang sudah mendatangi sekitar empat atau lima agen-agen penjualan sebelum ke agen ini, dan dia bilang tidak akan berhenti sebelum membeli habis semua koran," kata Ron mengutip pernyataan seorang agen korannya.

Kasus 'memborong koran menutup berita' ini kemudian menjadi sorotan berbagai media di Amerika Serikat dan Eropa. Menurut rencana Talbot akan disidang atas kasusnya itu di awal Februari mendatang. (Times of Wayne County/AP/Time/NBC New York) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.