Tanaman Hidroponik Bakoel Sayur Hidroponics Farm & Equipment, Solo.

Apa resolusi tahun baru Anda? Nggak mau ikutan ngerusak hutan, kan? Bagaimana kalau ikut ambil bagian dalam membuat bumi makin hijau? Tak perlu punya lahan berhektar-hektar,  di lahan terbatas pun bisa saja kalau mau. Ya, solusi penghijauan di lahan sempit mulai dikembangkan melalui tanaman hidroponik. 

Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Perkebunan Hidroponik yang menggunakan air itu, tentu lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.

Namun, kita juga harus memberi perhatian terhadap kebutuhan nutrisi dan menjaga  situasi lingkungan yang bisa mengambat pertumbuhan. Misal, saat panas maupun saat musim hujan, dapat disiasati dengan pengaturan PH, nutrisi dan debit aliran air, agar dapat menghasilkan sayuran yang baik. 

Budidaya hidroponik paling sederhana dapat dilakukan dengan barang-barang bekas seperti botol, pipa atau styrofoam. Kalau di Jakarta, contoh budidaya tanaman hidroponik ada di Rusunawa Jatinegara, Jakarta Timur.

Ada pula tempat pembudidayaan tanaman sayuran hidroponik dan pelatihan agribisnis hidroponik di Solo. Namanya Bakoel Sayur Hidroponics Farm.

Menurut Owner Bakoel Sayur Hidroponics Farm Solo, Andi Wibowo, nilai plus sistem ini, selain hemat air, lahannya juga bisa bertingkat, kapasitasnya lebih tinggi, hemat tempat, produktifitasnya lebih tinggi, dan tanpa pestisida. Luas lahan yang dimiliki Andi 1000-an hektar, namun yang terpakai untuk budidaya hidroponik ini hanya sekitar 800-an hektar lahan. Untuk tanaman yang rawan hama dimasukkan ke green house, tapi kalau tidak rawan, seperti selada, ditanam diluar.

“Sehari bisa panen 150 kg untuk sekitar 4 jenis sayuran dengan masa tanam sekitar 30-40 hari,” jelasnya saat berbincang bersama KBR pada program Bumi KIta, Kamis (7/1/2016).

Meski baru 2,5 tahun menjalankan bisnis ini, namun Andi mengaku pasarnya cukup bagus karena banyak orang yang sudah mulai  bergaya hidup sehat. Menurutnya, biaya budidaya tanaman ini sama saja dengan bercocok tanam biasa. Bedanya, kalau di hidroponik, kita mencangkul diawal, kalau konvensional setiap tanam baru akan mencangkul terus, jadi memerlukan biaya lagi.

Selain sebagai tempat pembudidayaan berbagai jenis sayuran, Bakoel Sayur Hidroponics juga sebagai distributor. Dalam dua hari, bisa mengirim 420 paket selada ke supermarket/toko yang ada di sekitar Solo dan Yogyakarta. Selain selada, ada pula sayuran yang siap dipasarkan seperti  kaylan, sawi, pakcoy, kangkung, selada merah dan hijau. Dalam sebulan, Andi bisa  bisa meraup penghasilan Rp28 juta.

“Saya gak pernah menanam sebelumnya, tapi sekali menanam kok tumbuh, jadi saya lanjutkan. Misi saya adalah, ingin masyarakat sekitar bisa melihat kebun kita agar tau bahwa menanam itu tidak sulit, dan tergantung bagaimana kita menjaga kontinuitas suply kita secara terus menerus, dan silahkan menanam di rumah,” sarannya.

Andi juga membuka kesempatan untuk Anda yang ingin melihat atau belajar budidaya hidroponik. Silahkan main-main ke Bakoel Sayur Hidroponics Farm di kawasan Perumahan Fajar Indah Solo. Anda bisa berkunjung pada Senin hingga Sabtu, jam 8 pagi hingga 2 sore.

Ingin tau lebih dalam dengan Bakoel Sayur Hidroponics Farm, intip facebooknya di https://www.facebook.com/bakoelsayurhidroponics


Bakoel Sayur Hidroponics Farm 


Sahabat Hidroponik Yogyakarta

Ngomongin soal hidroponik, yuk, kita  kenalan dengan Sahabat Hidroponik Yogyakarta. Salah satu perwakilannya, Fuad Fauzi, mengatakan komunitas ini adalah kumpulan orang-orang yang menyukai tanaman dengan tehnik hidroponik. Meski baru dibentuk Juni 2015, tapi komunitas ini ingin menjadi organisasi yang serius dan profesional, agar hobi mereka bisa  menjadi rezeki.

Komunitas ini masih berbentuk online community yang anggotanya 4000-an dari seluruh Indonesia. Tapi jika kegiatan offline yang hadir sekitar 25 orang.

“Kami sering mengadakan kopdar rutin sebulan sekali di minggu terakhir, untuk menambah ketrampilan, menambah keluarga dan rezeki. Acaranya sharing pengalaman. Dan sejak 2016, kami membuat semacam kurikulum dengan agenda kopi darat semai tanam. Misalnya, Januari akan menyemai apa, Februari menyemai apa, agar bisa melibatkan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, ada pula kegiatan jejaring toko, setiap seminggu sekali ikut pameran dengan  menjual berbagai macam komoditas, sayuran, alat kebutuhan hidroponik, nutrisi, rogul, dll. Bagi anggota komunitas, akan ada diskonnya. Untuk saat ini, hasil dari budidaya tanaman ini masih dikonsumsi  oleh internal anggota komunitas.

Fauzi menambahkan, komunitas ini berasal dari berbagai kalangan, ada yang petani ada juga yang baru belajar hidroponik. Meski tehnik ini masih baru, kelihatannya saja mudah, tapi ada hal-hal yang perlu diperhatikan, seperti investasi. Tehnik ini juga perlu bibit, nutrisi, alat pendukung dan kemauan untuk belajar. Selain itu ada pula tanaman yang tak bisa ditanam di daerah-daerah  tertentu.

Nah, untuk tau tanaman apa yang bisa ditanam atau tidak dengan tehnik ini, Fauzi mengaku, anggota komunitasnya melakukan uji coba pribadi. Tanaman seperti sayuran pakcoy, selada, bayam, kangkung, sawi, terong, tomat, timun, melon, bawang, umbi-umbian bisa ditaman dengan hidroponik. Dan tanaman ini bisa dimulai dengan menanam biji.

“Ada salah satu anggota kami yang berhasil menanam anggrek dan berbunga. Pertumbuhannya lebih bagus dan banyak, juga lebih enak dipandang daripada pertumbuhan tanaman konvensioanal. Tapi tetap ada perawatannya, bukan bunganya langsung bisa tumbuh sendiri,” ujarnya.

Sementara, untuk menghilangkan nyamuk-nyamuk yang bersarang di dalam wadah tanaman,  Fauzi memberi tips agar memasukkan ikan-ikan kecil untuk memakan jentik-jentik nyamuk.

“Sudah ada pihak yang ingin bekerjasama dengan kami, seperti restoran, hotel  dan beberapa asosiasi,” pungkasnya.

Anda yang tertarik ingin bergabung di komunitas ini, silahkan kulik di www.sahabathidroponik.com 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!