Vokalis Efek Rumah Kaca Uninstall Path dari Gadgetnya

KBR68H, Jakarta

Kamis, 16 Jan 2014 14:39 WIB

path, bakrie, efek rumah kaca

KBR68H, Jakarta – Vokalis Efek Rumah Kaca, Cholil Mahmud ikut meng-Uninstall Path di Gadgetnya atas gerakan sosial yang beredar di Twitter, Selasa (14/01). Cholil merasa ini adalah bentuk sanksi sosial kepada Bakrie. Kata dia, Bakrie telah mengenyampingkan kewajibannya terhadap para korban bisnis Bakrie.

“Saya merasa bahwa ini sebagai bentuk protes yang paling dasar terhadap Bakrie dan company-company nya yang sebenarnya masih punya banyak tanggung jawab, seperti perusahaan-perusahaan asuransinya kan banyak yang nasabahnya sebenarnya masih belum dibayar. Itu masih jadi tanggung jawab bakrie, ataupun keluarga ataupun perusahaannya kalaupun itu gak satu anak perusahaan,” kata Cholil kepada KBR68H. 
 
Cholil menambahkan, jejaring sosial berwarna merah itu merupakan bagian dari kampanye walaupun dikendalikan oleh keluarga Bakrie. Bukan langsung dari Aburizal Rizal Bakrie (ARB).

Namun, vokalis yang sering membawa lagu bertajuk kritik politik ini beranggapan bahwa keluarga Bakrie itu juga memiliki pandangan yang sama dengan ARB.

“Ga ada bedanya. Kalau ngeliat track recordnya, misalnya dia gak melaksanakan kewajiban-kewajibannya dia dulu untuk menuntaskan permasalahan-permasalahan”, kata Cholil. 
 
Baginya, tidak masalah jika Bakrie membeli sebagian saham yang jumlahnya sekitar Rp 300 milyar, tapi yang harus didahulukan adalah kewajibannya. Pekan lalu, Grup Bakrie melalui Bakrie Global Group menggelontorkan dana sebesar 25 juta dollar AS atau sekitar Rp 300 miliar untuk membeli sebagian saham perusahaan jejaring sosial Path.

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi