Lorde, Ella Maria Lani Yellich-o

Nama aslinya Ella Maria Lani Yellich-o’connor. Tapi publik lebih mengenalnya dengan nama panggung Lorde. Lahir di Selandia Baru pada 7  November  1996,  ia memulai karir bermusiknya dengan meluncurkan mini album The Love Club  pada 22 November 2012. Lewat mini album ini, Lorde menuai banyak pujian dari sejumlah musisi senior khususnya di Selandia Baru. Pasalnya selain piawai bernyanyi, perempuan berambut keriting ini juga menciptakan lagu di dalam mini albumnya.

Para kritikus musik mulai membandingkan Lorde dengan Sky Ferreira, Florence And The Machine. Ia juga dibandingkan dengan artis muda lainya Lana Del Rey yang sudah lebih dulu mencicipi  popularitas.

EP The Love Club tidak hanya sukses secara komersial di Selandia Baru, tapi juga berhasil menggebrak publik Australia dengan musiknya yang catchy. Para penikmat musik Australia pun menyambut hangat mini album musisi muda berbakat ini. Mini album yang dinaungi Universal ini berhasil terjual sebanyak 60.000 eksemplar dari sejak mulai dirilis.
 
Dengan prestasi ini Lorde sempat memuncaki US Billboard 200 chart selama beberapa bulan. Di setiap  konser selama promo mini album The Love Club, Lorde juga selalu membawakan single baru untuk full albumnya mendatang yang berjudul “Royals”. Single ini juga berhasil mencapai peringkat teratas US Billboard Hot 100.

Dengan single Royals, Lorde berhasil menjadi penyanyi solo pertama yang terus merangkak  naik di Billboard Alternative Song sejak Tracy Bonham pada 1996 dan memegang rekor sebagai seorang penyanyi cewek yang merajai chart Billboard terlama sembari membawa pulang Silver Scroll Award. Prestasi yang sangat besar untuk seorang penyanyi dan penulis lagu di awal karirnya.

Lagu-lagu yang mengisi EP The Love Club ini terinspirasi musik dan musisi Rapp seperti rapper asal Amerika Kanye West yang diakui Lorde memberi pengaruh besar ketia ia menulis lagu di mini album tersebut.

Tema yang dituangkan dalam lagu–lagu yang ada di dalam mini album The Love Club tidak hanya tentang percintaan saja, namun juga tentang isu lingkungan. Mini album yang berisikan 5 lagu ini terbilang cukup berhasil meyakinkan masyarakat banyak akan keseriusan penyanyi muda ini.

Menginjak tahun 2013 Lorde sudah mempersiapkan semua amunisinya untuk menggebrak khalayak ramai dengan full album perdananya, sambil tetap memperkenalkan singlenya terlebih dahulu, Royals. Sambutan dan pujian langsung mengalir dari para penikmat musik dunia. Lorde dinilai berhasil membuat musik Royals terasa lebih minimal art pop dengan menggabungkan unsur-unsur dari genre yang berbeda.

Full album perdana Lorde dirilis pada 27 September 2013. Album yang banyak bercerita tentang kehidupan anak muda, terutama tentang percintaan dan persahabatan ini, sukses menjadi album dengan penjualan terbanyak di negaranya sendiri dan Australia. Album bertajuk Pure Heroine ini berhasil mendulang banyak pujian dari kritikus musik dunia. Bahkan Adele pun tak segan untuk melayangkan pujian terhadap Lorde.

Perjuangannya untuk mendunia dimulai dengan hadirnya album  Pure Heroine dan langsung sukses menjadi nomor dua di Amerika dan Kanada. Dengan prestasi yang telah ditorehkan, para kritikus musik pun menempatkan album Pure Heroine sebagai album terbaik pada penghujung 2013.

Dengan melejitnya album Pure Heroine, Lorde berkesempatan untuk bersaing bersama musisi hebat lainnya di Grammy yang ke-56 tahun ini dengan nominasi Best Pop Vocal Album untuk album Pure Heroine.

Sedangkan Royals mendapat nominasi untuk Record Of The Year, Song Of The Year dan Pop Solo Performance. Seluruh prestasi ini mengantarkan Lorde menuju puncak popularitas. Ini mengindikasikan musisi muda  pun bisa bersaing dengan musisi yang sudah memiliki banyak pengalaman.


Selain bakat yang menonjol pada diri Lorde, adanya kesempatan dari para musisi senior dan para kritikus musik untuk saling mendukung satu sama lain, membuat musisi muda seperti dia bisa berada di tempat tertinggi di dunia musik.

(kafemusisi.com)


Editor: Heru Hendratmoko

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!