John Chen: Jadi CEO BlackBerry, Saya Abnormal

KBR68H

Jumat, 17 Jan 2014 17:20 WIB

“CEO lain mungkin akan berkata, saya ingin pekerjaan yang aman dan lebih mudah, tetapi saya adalah abnormal,” kata Chen. Dia sudah punya rencana untuk menyelamatkan BlackBerry dari kehancuran yaitu kembali ke akar bisnis utamanya, terurama di industri seperti Wall Street dan juga pemerintahan. Di industri tersebut, kata Chen, BlackBerry tidak punya saingan yang berat.


“Namun, BlackBerry harus bergerak cepat. Mereka yang saat ini masih menggunakan BlackBerry, sebagian besar masih memakai sistem operasi versi lama,”ungkap Chen. Tugas yang diembam Chen saat ini tidak kalah berat dibandingkan tugasnya sebagai CEO Sybase. Ketika itu, Chen harus menyelamatkan Sybase dari persaingan dengan nama-nama besar seperti Microsoft dan Oracle. Kunci pertama untuk membangkitkan kembali BlackBerry adalah bekerja dengan pebisnis yang menggunakan server software. Karena, kata Chen, mereka yang punya peluang besar untuk tetap bertahan bersama BlackBerry.


“Saya pikir saya akan menjual server dulu pertama-tama, karena penjualan server akan mendongkrak penjualan device BlackBerry,”jelasnya. Software terbaru BlackBerry dikenal dengan nama BlackBerry Enterprise Service 10. Server tersebut juga bisa menangani iPhones dan Android, serta BlackBerry versi lama dan baru. Chen juga ingin BlackBerry semakin dekat dengan pelanggan. Salah satu rencana yang akan dilakukan adalah, BlackBerry akan membuka kantor penjualan di Wall Street di New York, pembangunan fasilitas penelitian di Washington D.C dan kantor di Bay Area. Bisnis utama yang akan dikembangkan Chen adalah BlackBerry Messenger.


Saat ini, BBM sudah kalah bersaing dengan WhatsApp, Line dan iMessage serta produk lain yang serupa. Namun, Chen menuturkan, masih ada 83 juta pengguna BBM yang aktif dan setengahnya menggunakan Android dan iOS. Baru-baru ini, Chen menggandeng perusahaan Korea LG untuk menginstall langsung BBM di telepon pintar buatan perusahaan tersebut.

(Recode.net)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Disebut Dukung HTI, Menpora Segera Panggil Adhyaksa

  • Diprotes Imvestor, Presiden Sentil 2 Menteri
  • KPPU: 5 Perusaah Atur Tata Niaga Beras di Sejumlah Provinsi
  • Indonesia Gandeng Azerbaijan Buat Pusat Pelayanan Terpadu

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.