bolt, BRTI, internet, 4G

KBR68H, Jakarta – Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan menindaklanjuti keluhan dari konsumen seputar layanan internet 4G berbasis Long Term Evolution (LTE) yang dikeluarkan oleh perusahaan Internux. Anggota BRTI Adi Suseno mengatakan, keluhan yang masuk ke call center BRTI di nomor 159 akan langsung ditanggapi setelah 14 hari.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah meminta klarifikasi langsung dari Internux yang memasarkan produk Bolt. Menurut dia, Internux bisa mendapatkan surat peringatan apabila dalam tiga kali pemanggilan tidak hadir untuk memberikan klarifikasi.

“Sesuai SOP, 14 hari setelah ada laporan, langsung kita tindaklanjuti. Awalnya berupa permintaan klarifikasi, kalau tiga kali berturut-turut tidak hadir maka bisa dapat Surat Peringatan pertama. Sanksi paling berat adalah pencabutan izin,”ujar Adi Suseno ketika dihubungi KBR68H, Rabu (15/1).

Adi Suseno menambahkan, masyakarat yang hendak menyampaikan keluhan terkait produk Bolt diminta untuk meninggalkan nama dan juga nomor kontak yang bisa dihubungi. Kata dia, identitas pelapor diperlukan ketika BRTI melakukan klarifikasi kepada provider.

Sebelumnya, sejumlah masyarakat mengeluhkan kecepatan internet 4G LTE yang ditawarkan Internux lewat produk Bolt. Konsumen kecewa karena produk tersebut tidak sesuai dengan janjinya yaitu memberikan internet super cepat. Namun, tidak semua warga Jabodetabek bermasalah dengan pelayanan Bolt.

Bivie Arifin, salah satu karyawan swasta di Jakarta mengaku cukup puas ketika mengunakan produk Bolt. Kata dia, internet produk keluaran Internux itu lebih cepat dari layanan internet 3G. Pihak Internux belum bisa dihubungi untuk meminta tanggapan terkait keluhan sejumlah konsumen ini.

Internux merupakan operator telekomunikasi Indonesia pertama yang resmi memberikan layanan generasi ke-4 atau 4G dengan teknologi LTE.  Jaringan 4G LTE Internux menggunakan frekuensi 2,3 GHz dengan menerapkan teknologi time division duplex long term evolution (TDD LTE).

Di frekuensi tersebut, Internux menggunakan lebar pita 15 GHz untuk menggelar 4G LTE. Jaringan 4G LTE Internux mencakup kawasan Jabodetabek. Produk Internux diberi nama Bolt yang menawarkan kecepatan akses internet hingga 75 Mbps. Internux menargetkan Bolt akan dapat menjaring 10 juta pengguna di Jabodetabek dan di 2015 sudah akan ada 3.500 menara BTS untuk meningkatkan kualitas layanan.

Internux memenangkan tender untuk menggunakan frekuensi 2,3 GHz pada 2009 lalu. Provider lain yang juga ikut pada tender itu antara lain IM2, Telkom dan First Media. Selain frekuensi 2,3 GHz, pemerintah juga berencana akan melelang frekuensi 1,8 GHz pada kuartal ketiga tahun ini. Frekuensi 1,8 GHz mempunyai kualitas yang lebih bagus dibandingkan 2,3 GHz.


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!