BPPT Buat Aplikasi Online untuk Pantau Langsung Banjir Jakarta

KBR68H, Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang bergerak di bidang kebumian di Indonesia membuat suatu aplikasi online tentang situasi banjir yang terjadi di Provinsi DKI Jakarta saat ini yang bisa diakses kapan saja secara real tim

Selasa, 21 Jan 2014 12:49 WIB

bppt, aplikasi online, hujan, banjir jakarta

KBR68H, Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang bergerak di bidang kebumian di Indonesia membuat suatu aplikasi online tentang situasi banjir yang terjadi di Provinsi DKI Jakarta saat ini yang bisa diakses kapan saja secara real time. Di dalam aplikasi ini bisa dilihat status banjir, monitoring ketinggian air disetiap aliran sungai, info cuaca dan kemacetan.

Dari pesan pendek yang diterima KBR68H, aplikasi online versi Desktop/PC bisa dilihat di http://neonet.bppt.go.id/banjir/. Sedangkan aplikasi online  versi mobile  bisa dilihat di http://neonet.bppt.go.id/banjir/Mobile/.

Sebelumnya, BPPT juga telah berupaya menerapkan  teknologi modifikasi cuaca. Namun, hal itu belum optimal arena keterbatasan perlengkapan yang digunakan untuk menebar garam (NaCl). Sejak penyebaran garam dimulai Selasa lalu, baru enam kali penerbangan dilaksanakan, dan menebar sebanyak 21,240 ton garam. Garam itu disebar di Pelabuhan Ratu dan Selat Sunda. Penerbangan itu hanya menggunakan pesawat jenis Hercules dan Casa 212-200.

Dengan luas wilayah DKI, dibutuhkan enam kali penerbangan untuk bisa mengurangi jatuhnya hujan di Jakarta lebih banyak. Sementara itu, pesawat  yang tersedia hanya satu unit sehingga hanya bisa melakukan satu atau dua kali penerbangan selama lima hari ini, dari 14 Januari hingga 19 Januari.


Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.