KBR68H - Pesona pemandangan di Batu Hiu Pangandaran tentunya lekat dibenak anda jika menyoal pesona pariwisata di pesisir selatan Jawa Barat. Tapi sebenarnya wisata di Pangandaran tak hanya itu. Di Pantai Timurnya, Anda bisa menyaksikan pesona matahari terbit yang bikin mata tentram memandangnya. Belum lagi anda bisa berekowisata dengan mempelajari bagaimana menjaring ikan bersama nelayan di pesisir pantainya.

Lelah, dan kantuk tiba-tiba saja hilang ketika ojek yang mengantar Saya tiba di pantai timur Pangandaran. Angin dan bau air laut segera tercium. Di hadapan saya, Tuhan melukis matahari terbit sangat memesona. Lembayung jingga tampak dengan perpaduan bias warna sinar matahari yang kuning keemasan. Sedang lewat telinga suara ombak pantai selatan terdengar berdebur keras. Persisnya pukul 05.15 WIB suasana indah pemandangan itu bisa dirasa dan disimak dengan indra.

Sepagi itu, puluhan wisatawan juga turut menyimak panorama alam Pangandaran. Anak-anak, serta puluhan keluarga sengaja memaksakan bangun subuh untuk melihat pemandangan ini.

Berwisata ke Pantai Timur Pangandaran jelasnya gratis. Anda tak perlu membayar tiket masuk seperti anda berwisata bersama keluarga ke pantai Festival Ancol. Bahkan kalau anda kreatif merencanakan liburan di Pangandaran, Anda bisa nimbrung menjaring ikan bersama para nelayan yang sejak pagi menebar jaring disepanjang pantai.

Sekiranya pagi itu ada sekitar sepuluh kelompok nelayan yang mencoba peruntungan menjaring ikan di Pantai Timur Pangandaran. Peralatannya sangat sederhana, perahu motor bercadik, serta jaring serok sepanjang kurang lebih 50 meter. Pada jaring serok panjang itu, nelayan mengaitkannya dengan tambang sekira 100 meter.

Dua tiga orang nelayan yang menebar jaring serok menjauh dari bibir pantai. Sedang sisanya 7 orang nelayan bersiap menarik tambang pada saat nelayan di sampan memberi aba-aba. Sampai disitu, para nelayan terus bahu-membahu menarik tambang jaring serok panjang. Tapi di Pangandaran saat itu, memang belum saatnya musim panen ikan. Ini pula yang menyebabkan nelayan hanya bisa menangkap ikan berukuran kecil dan sedang saja.

Dari jaring serok yang berhasil ditarik, para nelayan hanya mendapatkan ikan pepetek, ikan tenggiri, ikan kembung, cumi dan sisanya ikan selar. Semua hasil tangkapan dikumpulkan kedalam ember berukuran besar. Tak jauh dari tempat pengepulan ikan di pantai, ribuan ibu-ibu menawar ikan untuk kembali dijual ke pasar tradisional.

Rata-rata hari itu setiap nelayan mendapatkan uang sekira 30 50 ribu rupiah. Porsi terbesar tentunya diterima siempunya perahu dan jaring serok.

Selain belajar menjaring ikan, anda juga bisa mengikuti lelang ikan di Pantai Timur Pangandaran. Tentunya lokasi pelelangan ikan berada di kawasan Pantai Timur Pangdaran pula. Di Tempat Pelelangan Ikan ini anda bisa menyaksikan bagaimana tawar menawar para pembeli dengan nelayan tangkap. Setelah harga disepakati, ikan langsung ditempatkan pembeli ke ember besar untuk kemudian dibawa ke kota dan pasar tradisional lainnya.

Untuk wisatawan yang punya duit cekak, anda tak perlu sungkan untuk menyewa kamar di rumah-rumah nelayan ada di sepanjang Pantai Timur. Jika anda sukses membujuk nelayan untuk menyewakan kamar dirumahnya, anda paling banter hanya membayar uang seharga Rp 100.000 Rp 200.000 untuk permalamnya.

Mau makan, jelasnya anda tak perlu repot. Beri saja sekira lima lembar uang sepuluh ribuan kepada ibu nelayan. Tak kurang dari satu jam, anda bisa diberi suguhan nasi hangat dan ikan tongkol bakar lengkap dengan sambal kecapnya. Banyaknya ikan tongkol yang disajikan pun lumayan, sekira 2 3 kilogram. Bagaimana, anda tertarik untuk berwisata di Pantai Timur Pangandaran?

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!