Kawasan Gunung Ciremai merupakan kawasan Hutan Lindung yang ditunjuk oleh Pemerintah Hindia Belanda dan disahkan pada tanggal 28 Mei 1941 dengan fungsi utama pengaturan tata air, pencegah erosi, sedimentasi, longsor, banjir dan bencana alam akibat letusan gunung merapi, menjaga kesuburan tanah areal di bawahnya dan kelestarian flora dan fauna di dalam ekosistemnya.

Pada 2004 menteri kehutanan mengubah fungsi hutan lindung itu menjadi Taman Nasional dan kemudian di kelola oleh Balai Taman Nasional Gunung Ciremai sejak akhir tahun 2006.

Taman Nasional Gunung Ciremai memiliki memiliki pesona keindahan yang luar biasa. Salah satu obyek daya tarik wisata alam adalah pendakian ke puncak gunung itu.

Untuk mencapai puncak Gunung Ciremai dapat melalui 3 pintu masuk yaitu Jalur Linggarjati, Palutungan di Kab Kuningan dan Apuy di Kab Majalengka. Selain jalur pendakian, terdapat 16 lokasi obyek wisata alam lainnya yang memiliki daya tarik yang tidak kalah dengan puncak Gunung Ciremai. Di beberapa tempat itu, pengunjung dapat menyaksikan atraksi satwa dilindungi yaitu Elang jawa dan Surili.

Pengelolaan obyek wisata di taman nasional ini dikelola oleh masyarakat yang tinggal di sana. Masyarakat telah mengelola 11 dari 19 lokasi, dan selebihnya adalah pemerintah daerah. Ini adalah salah satu stategi penguatan masyarakat lokal untuk memberikan alternatif pendapatan untuk kehidupan dan mengurangi ketergantungan terhadap kawasan taman nasional

Sumber: btngciremai.blogspot.com

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!