Konsep green travel ini ternyata bikin penasaran dan direspons positif warga Jakarta: cukup banyak yang kepingin ikut piknik.

Bagaimana sih konsep hijau Picniholic? Konsepnya sederhana. Para peserta perjalanan di Picnicholic tidak boleh membawa kantong plastik lebih dari dua kantong. Itu pun untuk kain kotor dan sampah pribadi.

Peserta juga tidak boleh membeli minuman kemasan dan tidak boleh bawa tisu. Sebagai gantinya, peserta diberi suvenir ramah lingkungan berupa sapu tangan. Peserta juga wajib membawa wadah air sendiri, kantong kain untuk berbelanja, dan wadah makan sendiri. Bukan malah terkekang, peserta malah ikut aturan main ini dengan senang hati.

Sementara itu untuk penginapan, rumah penduduk jadi pilihan. Ini adalah bagian dari dukungan pada ekonomi lokal, ketimbang memberikan modal tambahan untuk pendirian hotel di kawasan wisata.

Lalu perjalanan pun digagas untuk melihat kawasan baru. Misalnya ke Gunung Kidul yang punya hutan jati dan sederet gunung karang atau kars yang indah, ketimbang wisata Kota Yogja, Malioboro, Pasar Bering Harjo.

Bersenang-senang dengan alam, tapi tetap menjaga alam itu pesan penting untuk para penikmat jalan-jalan. Selain itu, Picniholic juga menyisihkan pembayaran paket perjalanan ini untuk penanaman terumbu karang dan mangrove sekali setahun pada Hari Bumi.

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!