Tahun Baru, ASDP Ketapang Larang Kembang Api

Polisi akan menutup jalan menuju pelabuhan. Sementara kendaraan akan dialihkan ke jalur lain

Selasa, 26 Des 2017 22:20 WIB

Ilustrasi: Sejumlah kapal bersandar di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Jawa Timur, Kamis (3/8/2017). (Foto: Antara)

KBR, Banyuwangi- PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Ketapang Banyuwangi Jawa Timur melarang warga dan otoritas menyalakan kembang api di sekitar pelabuhan saat perayaan malam tahun baru.

General Manager PT ASDP Ketapang Banyuwangi  Elvi Josa mengatakan, sosialisasi itu sudah dilakukan mulai hari ini. Elvi beralasan, selain masalah keamanan, larangan dilakukan karena banyak obyek vital di sekitar pelabuhan, seperti depo pertamina dan Gardu Induk PLN.

“Saya secara prinsip sudah membuatkan edaran ke kapal-kapal, ini khusus untuk penyeberangan. Saya sudah buatkan khusus  ke semua perusahan pelayaran ke kapal-kapal tidak diperbolehkan kembang api di atas kapal karena membahayakan. Tapi pelarangan secara prinsip dari bupati saya belum dapat. Tapi kalau untuk instasi saya tau, stakeholder saya sudah saya buatkan edarannya. Intinya Pelabuhan Ketapang steril dari kembang api,” ujar Elvi Josa hari ini Selasa (26/12/2017) di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Sementara itu, untuk mengantisipasi warga yang  akan menyalakan kembang api, Kepolisian Banyuwangi  akan menutup jalan di depan pelabuhan mulai sore hari tangggal 31 Desember 2017 mendatang. Kepala Kepolisian Banyuwangi Doni Aditiawarman mengatakan, penutupan jalan itu berlaku untuk kedua arah, kecuali bagi penumpang yang akan menyeberang ke pulau Bali. Nantinya kata dia, seluruh kendaraan akan dialihkan melewati jalur lingkar Ketapang.

Kata Doni, pihaknya menerjunkan sekitar 800 personil gabungan TNI dan instansi samping lainya, untuk menjaga malam pergantian tahun 2018 nanti.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.