Siklon Cempaka Berlalu, DIY - Jateng Benahi Infrastruktur Rusak

Dampak siklon tropis Cempaka di Yogyakarta pada Selasa (28/11/2017) menyebabkan tujuh orang meninggal, ratusan infrastruktur rusak dan ribuan warga mengungsi.

Jumat, 01 Des 2017 10:52 WIB

Jembatan di sekitar sungai Opak amblas akibat banjir di Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta,Kamis (30/11/2017). Banjir terjadi sebagai dampak siklon tropis Cempaka. (Foto: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah)

KBR, Yogyakarta - Siklon tropis Cempaka yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai mereda. 

Kini pemerintah daerah Provinsi DIY mulai melakukan upaya perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir, longsor hingga angin kencang.

Pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Krido Suprayitno mengatakan, secara efektif tahapan perbaikan akan dimulai awal pekan depan. Tahap perbaikan akan dilakukan secara bersamaan di seluruh kabupaten kota di DIY.

"Penyelamatan terhadap primer seperti korban sudah selesai. Sekarang kita mulai tahapan perbaikan kondisi lapangan. Kami menggerakkan seluruh sumber daya manusia maupun dana. Minggu depan ada upaya perbaikan sarana prasarana," kata Krido Suprayitno kepada KBR di Yogyakarta, Kamis (30/11/2017).

Krido Suprayitno tidak menyebutkan secara rinci skala prioritas perbaikan maupun daerah yang ditangani karena masih dalam tahap koordinasi. Namun, Krido mengatakan, hingga kini status siaga bencana masih dipertahankan di tingkat propinsi. 

"Meskipun di kabupaten dan kota sudah menetapkan status tanggap darurat," ujarnya. 

Dampak siklon tropis Cempaka di Yogyakarta pada Selasa (28/11/2017) menyebabkan tujuh orang meninggal, ratusan infrastruktur rusak dan ribuan warga mengungsi.

Namun saat ini pengungsi sudah kembali seiring mulai membaiknya cuaca. Belum diketahui total kerugian yang terjadi akibat badai siklon tropis Cempaka di Yogyakarta.

Pelaksana tugas Kepala BPBD DIY Krido Suprayitno meminta masyarakat tidak khawatir berlebihan akan adanya badai susulan. 

"Masyarakat tidak usah cemas berlebihan. Meski menurut BMKG diperkirakan Cempaka melanda kurang lebih sepuluh hari. Hingga akhir pekan ini kita tetap waspada," imbuhnya.


Sejumlah anak sekolah mengamati jembatan yang putus akibat banjir di Pundong, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (30/11/2017). Banjir terjadi akibat hujan deras yang disebabkan siklon tropis Cempaka di perairan selatan Jawa. (Foto: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah)


Baca juga:

Longsor dan Jalan Ambles di Cilacap

Curah hujan tinggi dipicu siklon tropis Cempaka memicu bencana tanah longsor dan jalan ambles di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. 

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap wilayah Majenang, Edi Sapto Priyono mengatakan, di wilayahnya, longsor menimpa sebuah rumah dan menimpa jalan.

Selain longsor menimpa rumah, longsor juga menimbun jalan milik kabupaten yang menghubungan antara Desa Bolang menuju Desa Bingkeng menuju Desa Bolang Kecamatan Dayeuhluhur, pada Rabu malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Material longsor sepanjang delapan meter dan lebar empat meter menimpa badan jalan. Jalan sempat tersendat dan tak bisa melintas. BPBD harus mengerahkan alat berat dan melakukan kerja bakti untuk menyingkirkan material.

"Longsor Desa Surusunda ini baru ada laporan, menimpa satu rumah, tetapi untungnya tidak ada korban jiwa. Biasanya, pemicunya hujan sejak siang sampai sore. Kerja bakti masyarakat, memasang bronjong. Diperkuat dengan bronjong. Longsor di jalan Daeyuhluhur juga dikerjabaktikan," kata Edi Sapto Priyono, Kamis (30/11/2017).

Hujan deras yang yang terjadi di Cilacap beberapa hari terakhir juga menyebabkan ruas jalan nasional antara Cilacap-Banyumas-Brebes, di titik Desa Cilibang, Kecamatan Jeruk Legi, ambles. Dilaporkan, ambles dengan kedalaman 2 meter itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, Rabu.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Cilacap, AKP Bintoro Wasono mengatakan, pihaknya telah memasang rambu peringatan di titik ambles tersebut. Ia pun mengimbau supaya pelintas mewaspadai daerah ini.

Untungnya, kata Bintoro, titik ambles terjadi di pinggir badan jalan sehingga tak sampai menyebabkan kemacetan. Polisi menerapkan sistem buka tutup untuk mencegah beban berlebih yang dapat memicu ambles susulan.

Dia menambahkan, peristiwa ini telah dilaporkan ke Bina Marga Jawa Tengah dan akan segera ditindaklanjuti.


Pengendara motor terjebak banjir di Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (29/11/2017) malam. Badai siklon tropis Cempaka di selatan pulau Jawa memicu hujan deras di Yogyakarta sejak Senin. (Foto: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah) 

Baca juga: Sekilas Penamaan Badai Tropis di Indonesia, dari Anggrek hingga Sawo 

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi