Relokasi Kampung Dadap, Camat Kosambi Bujuk Warga dengan Isu Rob dan Difteri

Camat Kosambi menilai warga salah paham terhadap niat pemerintah kabupaten untuk merelokasi warga. Padahal relokasi dibutuhkan untuk penataan kawasan Kampung Dadap agar terhindar dari banjir rob.

Jumat, 29 Des 2017 11:38 WIB

Banjir rob di Kampung Baru Dadap Kosambi Tangerang Banten, Desember 2017. (Foto: Pemkab Tangerang/Publik Domain)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

ARTIKEL TERKAIT

KBR, Jakarta - Camat Kosambi Kabupaten Tangerang, Banten, Toni Rustoni membujuk warga Kampung Baru Dadap agar mau direlokasi. Pemerintah Kabupaten berniat merelokasi warga dari kawasan pesisir utara Tangerang karena setiap tahun langganan diserang banjir rob atau laut pasang. 

Camat Toni Rustoni mengatakan air banjir yang kotor membahayakan kesehatan warga. Selain itu, pemerintah Kabupaten juga berencana menata kawasan Kampung Baru Dadap yang selama ini dianggap kumuh.

"Saya mendoakan kepada Allah supaya Dadap ini menjadi bagus, baik. Jangan sampai terjadi rob. Yang susah kan masyarakat karena ini bencana alam. Saya harapkan kebaikan ditingkatkan, kepedulian ditingkatkan. Karena penyakit, tahu enggak penyakit difteri? Sekarang lagi menyerang masyarakat di seluruh kecamatan. Jangan sampai terjadi di kita ini. Ini sudah KLB difteri. Jadi saya harap jangan terjadi," kata Toni saat bermusyawarah dengan warga di RW 003 Kampung Baru Dadap, Tangerang, Kamis (28/12/2017) malam.

Toni Rustoni menilai warga selama ini salah paham terhadap niat pemerintah kabupaten untuk merelokasi warga. Padahal relokasi dibutuhkan agar pemerintah daerah bisa menata kawasan Kampung Dadap supaya tidak lagi dilanda banjir rob setiap tahun. 

Menurut Toni, proyek penataan Kampung Baru Dadap akan dilakukan bertahab, mulai menutup pintu masuk air dengan turap dan selanjutnya perbaikan jalan dan perumahan.

Toni mengklaim pemerintah kabupaten sudah membuat rencana induk (masterplan) penataan kawasan Kampung Baru, Dadap. Hanya saja Toni mengaku belum pernah melihat masterplan tersebut.

"Saya sebagai camat, enggak mau ada masalah. Kita semua di sini bukan mencari masalah, tapi mencari solusi terbaik. Ada problem komunikasi antara pemerintah dan rakyat. Jadi mari kita sama-sama bahu-membahu. Jangan di sini iya, di belakang layar bermain. Kalau di sini saat musyawarah, saat silatruhami bilang 'mangga Pak Dandim, mangga Pak Camat. Eh di belakang layar, bilang 'jangan'," kata Toni.

Warga Kampung Baru Dadap, Kabupaten Tangerang Banten belakangan merasa trauma dengan kedatangan puluhan aparat TNI di wilayah itu yang berpatroli tiap hari. Warga merasa terintimidasi karena anggota TNI membawa senjata lengkap. 

Keberadaan anggota TNI di Kampung Dadap menimbulkan pertanyaan warga. Sebagian warga mencurigai keberadaan TNI itu untuk mengawal rencana pembangunan proyek jembatan penghubung yang akan menghubungkan Pantai Pasir Putih Dadap dengan Pulau C hasil reklamasi di Teluk Jakarta.

Namun pihak pemerintah Kabupaten maupun TNI berdalih keberadaan anggota TNI bersenjata lengkap itu untuk kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) dan membantu menangani banjir rob. 


Alat berat berada dekat poster kegiatan TMMD TNI di Kampung Dadap Kosambi Tangerang Banten, Kamis (28/12/2017). (Foto: KBR/Ria Apriyani)

Baca juga:

Tolak relokasi

Meski wilayah Kampung Baru Dadap kerap menjadi langganan banjir rob tiap tahun, namun sebagian warga menolak direlokasi ke rumah susun. Mereka khawatir bakal kehilangan mata pencaharian dan harus menyesuaikan diri dengan situasi baru.

Salah seorang warga, Lisnawati mengatakan mereka sebenarnya tak menolak keberadaan rumah susun untuk relokasi warga. Hanya saja, menurut dia, rumah susun sebaiknya diperuntukkan bagi warga yang belum punya tempat tinggal sendiri.

"Warga Dadap sudah punya tempat tinggal, tempat usaha, nggak mau kita tinggal di rumah susun. Kalau pemerintah punya niat baik, fasilitasi saja kami dengan legalitas tanah. Kalau sudah ada legalitas tanah, pemkab bertindak lebih bijaksana, maka kalau ada di titik tertentu di lahan kosong mau dibangun rumah susun atau rumah deret, silakan saja. Yang penting nyata rumah yang sudah ada tidak diganggu gugat," kata Lisnawati kepada KBR, Kamis (28/12/2017).

Selama ini, warga sudah berulangkali bertemu dengan pemerintah kabupaten Tangerang. Namun setiap pertemuan, kata Lisna, pemerintah hanya menyodorkan desain rencana penataan kawasan Dadap. Kata Lisna, pemerintah daerah tidak pernah mau mendengarkan keinginan warga.

Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana merelokasi warga Kampung Baru, Dadap ke rumah susun. Relokasi dibutuhkan untuk penataan kawasan karena kawasan itu langganan banjir rob setiap tahun. 

Namun warga ingin masalah banjir rob diselesaikan tanpa harus melalui relokasi warga. Salah seorang warga RW 003, Waisul Kurnia menginginkan agar pemerintah Kabupaten Tangerang mengutamakan normalisasi gorong-gorong dan pembuatan pintu air.

"Kalau untuk antisipasi banjir, di bantaran kali pola pembangunan rumah kan rumah panggung. Dampak rob kan ke tengah. Solusinya ya normalisasi gorong-gorong saluran air yang mengarah ke kali, kita normalisasi saja itu," kata Waisul Kurnia.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang