Pernah Diserang Bom, Pengamanan Natal Gereja di Solo Libatkan Jihandak Brimob

Dari ratusan gereja di Solo, 16 diantaranya menjadi prioritas utama pengamanan perayaan Natal. Polresta Solo menyebar sekitar 1.200 personil untuk mengamankan perayaan Natal tahun ini.

Jumat, 22 Des 2017 19:31 WIB

Tim Gegana Brimob berjaga di depan Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton Solo, Jawa Tengah, Jumat (22/12/2017). (Foto: KBR/Yudha Satriawan)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Solo - Kepolisian Resort Kota (Polresta) Solo Jawa Tengah terus disibukkan melakukan pengecekan dan pemeriksaan di sejumlah gereja di Solo, menjelang perayaan Natal. 

Juru bicara Polresta Solo, Yuliana mengatakan pengecekan melibatkan tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak). 

Salah satu yang jadi tempat prioritas pengamanan adalah Gereja Betel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo yang pernah menjadi lokasi bom bunuh diri  pada 2011. Saat itu, satu orang tewas yaitu pelaku bom bunuh diri yang teridentifikasi bernama Ahmad Yosepa Hayat alias Hayat dan 10 orang luka-luka.

"Di Solo ada 16 gereja yang menjadi prioritas pengamanan saat perayaan Natal. Tim Jihandak Brimob melakukan sterilisasi atau pemeriksaan lokasi gereja. Kami berharap pengamanan ini akan membuat jemaat gereja dan masyarakat bisa merayakan Natal dengan lancar, khidmat, aman dan nyaman. Priorotas pengamanan Natal dan juga sterilisasi ini termasuk Gereja Kepunton Solo," kata Yuliana, di Solo, Jumat (22/12/2017).

Total ada sekitar 188 gereja di Solo yang tersebar di berbagai wilayah. Dari ratusan gereja tersebut, 16 diantaranya menjadi prioritas utama pengamanan perayaan Natal. Polresta Solo menyebar sekitar 1.200 personil untuk mengamankan perayaan Natal tahun ini.

Dari pantauan KBR, ada sekitar 10 personil tim Gegana Brimob maupun Jihandak mendatangi satu persatu gereja yang akan menjadi lokasi perayaan Natal. Mereka  memeriksa seluruh kompleks gereja dengan peralatan pendeteksi bom atau bahan peledak.

Baca juga:


Tim Gegana Brimob berjaga di depan Gereja Katolik Santa Perawan (SP) Maria Regina Solo Jawa Tengah, Jumat (22/12/2017). (Foto: KBR/Yudha Satriawan)

Libatkan Ormas Lintas Agama

Saat ini berbagai gereja yang akan merayakan Natal di Solo mulai bersolek. Tenda-tenda di sekitar kompleks gereja terpasang untuk menyambut para jemaat yang datang saat perayaan Natal. 

Selain itu, pengamanan gereja juga menjadi fokus pengurus dalam perayaan Natal tahun ini untuk mengantisipasi aksi teror.

Salah satu pengurus Gereja Katolik Santa Perawan Maria Regina Purbowardayan, Solo, Budiwihandono mengatakan pengamanan Natal juga melibatkan masyarakat dan ormas lintas agama.

"Ada pengamanan internal gereja, kami siapkan 30 personil. Nanti dibagi beberapa titik mulai Ring 1, 2 dan Ring 3. Di dalam dan luar kompleks gereja. Di luar gereja kami dibantu masyarakat sekitar. Ada Banser NU, ormas lintas agama, Linmas atau Hansip, Polisi, dan sebagainya," kata Budiwihandono.

Gereja Katolik Maria Regina di Purbowardayan merupakan salah satu yang mendapat prioritas pengamanan perayaan Natal di Solo tahun ini. Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo beserta keluarga merupakan jemaat di gereja tersebut.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Selama ini kita sering mendengar berita mengenai orang yang meninggal akibat penyakit diabetes, sehingga menjadikan diabetes sebagai salah satu penyakit yang ditakuti.