Pendaki Tewas di Kawah, Kawasan Perkemahan Bukit Kaba Bengkulu Ditutup Sementara

"Kami juga akan meminta dukungan pihak kepolisian dan TNI untuk memperketat penjagaan pada Natal hingga Tahun Baru, yang biasanya mengalami lonjakan pengunjung," tambah Winarso.

Rabu, 20 Des 2017 16:07 WIB

Pendaki di Taman Wisata Alam Bukit Kaba, Bengkulu. (Foto: KBR/Muh Antoni)

KBR, Rejang Lebong - Otoritas pengelola Taman Wisata Alam Bukit Kaba di Provinsi Bengkulu menutup sementara lahan perkemahan di salah satu gunung api di wilayah itu, setelah ada temuan korban tewas di wilayah itu.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Taman Wisata Alam Bukit Kaba Winarso mengatakan penutupan hanya untuk aktivitas perkemahan, yaitu mulai 19 Desember 2017 hingga 2 Januari 2018. 

"Penutupan hanya untuk aktifitas perkemahan saja. Kalau untuk pendakian masih kita buka," kata Winarso, di Bengkulu, Rabu (20/12/2017).

Keputusan itu diambil setelah ada pendaki tewas terjatuh ke dalam kawah mati di puncak gunung api Bukit Kaba setinggi 1.937 meter di atas permukaan laut itu. Winarso mengatakan pengelola merasa kecolongan, karena pendaki itu tidak melapor ke pos pendakian di Bukit Kaba.

Winarso mengatakan pengelola juga memperketat penjagaan pendakian di gunung setinggi 1.937 meter itu. Pos jaga pendakian yang semula hanya dijaga satu orang, kini dijaga enam personel polisi kehutanan. 

"Ini untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terjadi kembali, apabila ada pendaki yang melanggar maka petugas akan menjemput dan dibawa turun," kata Winarso. 

Larangan sementara kegiatan perkemahan di TWA Bukit Kaba tersebut dikeluarkan mengingat hingga saat ini cuaca ekstrim masih sering melanda kawasan tersebut. 

"Kami juga akan meminta dukungan pihak kepolisian dan TNI untuk memperketat penjagaan pada Natal hingga Tahun Baru, yang biasanya mengalami lonjakan pengunjung," tambah Winarso.


Tim gabungan ketika mengevakuasi pendaki yang jatuh di kawah mati Puncak Bukit Kaba, Senin (18/12/2017). (Foto: KBR/M Antoni)

Korban tewas

Keputusan penutupan lokasi perkemahan di gunung Bukit Kaba dikeluarkan setelah ada penemuan jenazah di kawah mati di puncak gunung Bukit Kaba, pada Minggu (17/12/2017). Jenazah yang kemudian diidentifikasi sebagai Winardi (28 tahun) itu dievakuasi dari lokasi di kedalaman 115 meter dari bibir kawah.

Kepala Sub Bidang Operasi Pencarian Pertolongan Basarnas Provinsi Bengkulu Zul Indra mengatakan proses evakuasi berlangsung hingga satu jam lebih dan terkendala cuaca.

"Tadi satu petugas kita yang turun ke kawah. Proses memakan waktu lama, batu-batu di kawah tersebut juga rawan longsor. Itu juga kendala kita," kata Zul Indra kepada KBR di Pos Evakuasi Pendaki Bukit Kaba, Selupu Rejang, Senin (18/12/2017). 

Saat ditemukan, kondisi korban masih utuh dengan luka pada bagian muka diduga karena benturan. 

"Muka sebelah kiri mengalami luka parah tetapi masih bisa dikenali," kata Zul Indra. 

Korban diidentifikasi sebagai Winardi, warga Desa Suban Ayam, Selupu, Rejang. Menurut keterangan keluarga, korban tidak pulang ke rumah sejak Rabu (13/12/2017) pekan sebelumnya. 

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang pendaki, bernama Wahyu, pada Minggu (17/12/2017). Wahyu mengatakan melihat jenazah korban ketika berjalan melingkari pinggiran kawah mati.

"Saya melihat sosok mayat, lalu saya foto dan turun melapor ke pos jaga bukit kaba," kata Wahyu.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.