Kemendagri: Meski Sulit, Kami Coba Bantu Cari Pelaku Penyerang Novel Baswedan

Bermodal sketsa, Polda Metro Jaya berencana meminta bantuan Kemendagri cari pelaku penyerang Novel Baswedan.

Jumat, 15 Des 2017 19:20 WIB

Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis (kanan) menunjukkan sketsa terduga pelaku penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan dalam sesi konferensi pers di Jakarta, Jumat (24/11). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan akan sulit melacak identitas terduga penyerang pernyidik KPK Novel Baswedan berdasarkan sketsa. Ini disampaikan menanggapi rencana polisi yang ingin meminta Kemendagri mencocokkan sketsa identitas terduga pelaku lewat data kependudukan.

Dirjen Catatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakhrullah, pencarian akan lebih mudah jika polisi memiliki foto terduga pelaku. Kendati demikian, kemendagri akan tetap mencoba mencari identitas pelaku berdasar sketsa.

"Kalau kita sudah dapat fotonya, nanti kita cocokkan. Kalau gambar, tidak bisa. Saya belum mendapatkan surat koordinasi untuk masalah itu. Tapi nanti kita akan uji dengan berbagai cara. Yang paling bagus validitasnya itu kalau foto wajah. Kami belum pernah menguji sketsa, jadi kami nanti harus coba dulu," kata Zudan melalui sambungan telepon kepada KBR, Jumat (16/12).

Zudan menambahkan, bila ada fotonya, dia mengatakan, Direktorat Jenderal Dukcapil bisa langsung menganalisa di pusat data.

"(Nanti) langsung menembak ke data center, dan dicocokan dengan foto Kartu Tanda Penduduk Elektronik, untuk melihat mana yang mirip," kata dia.

Setelah analisa di pusat data, Zudan menjelaskan, nama dan tempat tinggal pelaku serta keluarganya, bisa diketahui. Sebab, KTP Elektronik terhubung dengan data Kartu Keluarga.

Sebelumnya polda Metro Jaya berencana bekerjasama dengan Direktorat Catatan Sipil Kemendagri untuk menyelidiki kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Polisi berniat mencocokan sketsa wajah pelaku yang sudah dirilis pada pertengahan November lalu. Total ada 3 sketsa yang dirilis kepolisian. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

PPATK: Bank Daerah Rawan Digunakan Buat Kepentingan Pilkada

  • Cakupan Imunisasi Campak di Asmat 2017 Hanya 17 Persen
  • Faktor Geografis Jadi Kendali Besar Penanganan Wabah Campak di Asmat
  • Pengganti Sanchez Segera Merapat ke Arsenal

Lewat olahraga kita bisa menyuarakan sesuatu dan bahkan menggalang dana