Jokowi Janji Perbaiki BBM Satu Harga di Papua

"Saya juga belum dapat laporan, kalau dapat laporan, di mana? Itu yang saya kejar. Kalau di eceran ya bagaimana, di eceran di Jawa pun mesti lebih tinggi," kata Jokowi.

Kamis, 21 Des 2017 09:47 WIB

Ilustrasi. Penyaluran BBM di daerah terpencil. (Foto: ANTARA/Priyo Widiyanto)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo berjanji memperbaiki pelaksanaan program BBM satu harga di Papua.

Sejauh ini, Jokowi mengaku belum mendapat laporan tentang tingginya harga BBM di Papua dibanding di Jawa selama program berjalan. Ia mengatakan perbedaan harga tersebut bisa saja terjadi di tingkat eceran, namun bukan di pom bensin Pertamina.

"Ini juga terjadi di banyak tempat, tidak hanya di tanah Papua saja. Ada yang di Maluku Utara, di Kalimantan Utara, banyak tempat. Jadi memang itu perlu kontrol yang kuat, perlu monitoring yang kuat, sehingga kalau ada satu dua yang mungkin lebih tinggi. Saya juga belum dapat laporan, kalau dapat laporan, di mana? Itu yang saya kejar. Kalau di eceran ya bagaimana, di eceran di Jawa pun mesti lebih tinggi," kata Jokowi saat melakukan kunjungan kerja di Nabire, Papua, Rabu (20/12/2017).

Sebelumnya Pastor John Djonga, tokoh agama Papua mengatakan harga BBM di Papua sama seperti di Jawa hanya pada saat Jokowi hendak melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Papua. Usai kunjungan Jokowi, harga BBM kembali mahal.

Baca juga:

Penyalur masih sedikit

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Saryono Hadiwidjoyo mengatakan, hingga awal November 2017 lalu baru ada 26 penyalur BBM satu harga yang beroperasi secara nasional. Jumlah tersebut baru 48 persen dari target program BBM satu harga tahun 2017 yaitu sebanyak 54 penyalur.

Saryono menuturkan, program BBM satu harga yang dimulai 2016 lalu itu menyasar daerah yang harga jual BBM-nya lebih mahal.

"Dilakukan pendirian lembaga penyalur oleh Pertamina, untuk tahun 2017 itu di wilayah dengan insfratruktur darat dan laut cukup baik yang teridentifikasi. Maka ditargetkan ada 54 penyalur," kata Saryono di Jakarta, pada awal November lalu.

Saryono merinci 26 penyalur BBM satu harga tersebut berada di delapan lokasi di Papua, dua lokasi di Papua Barat, satu lokasi di Sumatera Utara, satu lokasi di Sumatera Barat, satu lokasi di Jawa Tengah, satu lokasi di Jawa Timur, satu lokasi di Nusa Tenggara Barat, satu lokasi di Nusa Tenggara Timur, satu lokasi di Sulawesi Tenggara, satu lokasi di Kalimantan Timur, dua lokasi di Maluku Utara, dua lokasi di Kalimantan Barat, satu lokasi di Sulawesi Utara, satu lokasi di Kalimantan Tengah dan satu lokasi di Maluku.

Sementara yang masih dalam pengerjaan, ada 28 penyalur BBM satu harga tersebar di tujuh wilayah. Rinciannya, 10 penyalur di wilayah Sumatera, satu penyalur di Wilayah Jawa, satu penyalur di Bali, satu penyalur di wilayah Nusa Tenggara Timur, empat penyalur di wilayah Kalimantan, lima penyalur di wilayah Sulawesi, serta enam penyalur di wilayah Papua dan Papua Barat.

Saryono menjelaskan, sebanyak 54 penyalur BBM satu harga ditargetkan beroperasi pada 2017. Lalu pada 2018 ditargetkan ada 50 penyalur lagi dan 2019 sebanyak 46 penyalur tambahan. Sasaran tahun 2018 yakni wilayah dengan insfratruktur darat dan laut yang terbatas.

"Untuk tahun 2019 targetnya menyasar ke wilayah dengan insfratruktur darat dan laut yang cukup sulit," kata Saryono.

Program BBM Satu Harga dicanangkan Presiden Joko Widodo pada Oktober 2016 lalu. Pemerintah menargetkan program ini  dapat terlaksana di 158 daerah terpencil sampai denga tahun 2019. Program ini berlaku sejak keluarnya Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 36 Tahun 2016.

Editor: Agus Luqman  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Pensiunan TNI Masuk KSP, Kontras: Isu HAM Bisa Makin Terpinggirkan

  • Gunung Sinabung Keluarkan Abu Vulkanik Setinggi 3,5 Km
  • Ancaman Gunung Meletus, 34 Ribu Warga Filipina Dievakuasi
  • Juventus Pantang Menyerah untuk Rekrut Emre Can

Perkembangan teknologi membawa banyak kemudahan bagi kita termasuk di bidang keuangan atau FinTech atau Financial Technology.