Jelang Natal, Polri Tangkap Puluhan Orang Penimbun Bahan Pangan

Tito mengatakan pemerintah akan mencegah lonjakan harga pangan yang tidak masuk akal, agar tidak terjadi inflasi besar-besaran.

Selasa, 19 Des 2017 09:40 WIB

Petugas dari Satgas Pangan melakukan inspeksi mendadak sidak di kios Pasar Trayeman, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (14/12/2017). (Foto: ANTARA/Oky Lukmansyah)

KBR, Jakarta - Dalam kurun waktu tujuh hari terakhir, penyidik Polri melakukan 50 kali operasi tangkap tangan dan menangkap puluhan orang terkait dugaan penimbunan bahan pangan menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru.

Kapolri Tito Karnavian mengatakan kepolisian akan terus melakukan razia guna mencegah penimbunan bahan pangan yang bisa mengganggu stabilitas harga pangan.

"Kami akan bergerak mengecek pasar-pasar, masalahnya ada dimana. Kalau masalah ada di pasokan, maka pasokan akan di tambah melalui operasi pasar oleh Bulog. Kalau masalahnya distribusi ada yang bermain, menimbun, kartel, maka kami akan lakukan tindakan soft kepada mereka dengan cara menegur. Kalau seandainya nggak bisa ya kami lakukan tindakan hukum pada mereka. Sampai saat ini selama tujuh hari hampir 50-an operasi tangkap tangan kita lakukan," kata Tito, di Mabes Polri, Senin (18/12/2017).

Tito mengatakan Polri bekerjasama dengan PT Bulog, TNI, Kementerian Pertanian dan instansi lain untuk menstabilkan harga pangan di pasaran. Tito mengatakan akan ada pengecekan harga setiap harinya yang dilakukan secara terbuka dan tertutup, untuk mengetahui apakah ada permasalahan distribusi atau tidak.

"Tiap hari kami akan monitor daerah mana yang harganya naik. Kami punya mekanisme pelaporan dari Satgas Pangan, intelijen dan reserse. Kami akan cek kenapa harga bisa naik. Nanti juga Bulog, Pertanian akan ke lapangan bersama-sama, ada polri, ada TNI. Kami satu tim bergerak cari masalahnya, apakah ada penyimpangan atau tidak," tambah Tito. 

Tito mengatakan pemerintah akan mencegah lonjakan harga pangan yang tidak masuk akal, agar tidak terjadi inflasi besar-besaran. 

Pemerintah sebelumnya menargetkan inflasi pada 2017 sebesar 4 persen. Pada November lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahun kalender (year-to-date) sebesar 2,87 persen dan inflasi tahunan (year-on-year) 3,30 persen.

Dalam tiga tahun terakhir, Bank Indonesia (BI) mencatat laju inflasi di Indonesia relatif terkendali dengan angka 3,3 persen di tahun 2015 dan 3,0 persen pada tahun 2016.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jepang Jadi Pendana Kereta Semi-Cepat Jakarta-Surabaya

  • KLHS Pegunungan Kendeng Rampung Disusun
  • KKP Klaim 3 Tahun Belakangan Stok Ikan Meningkat
  • KPU: Belum Ada Bakal Pasangan Calon Pilkada Kota Bandung yang Lengkapi Persyaratan

Satu keluarga bisa jadi kesulitan makan, yang lain punya kelebihan makanan.