Idrus Marham: Jokowi Punya Tanggung Jawab Kerek Suara Golkar di 2019

Golkar pada pilpres 2019 juga telah menjagokan Jokowi sebagai calon presiden

Jumat, 01 Des 2017 22:09 WIB

Plt ketua umum Golkar, Idrus Marham (kanan) saat berbincang dengan ketua harian, Nurdin Halid dalam rapat pleno, di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (21/11). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham meminta Presiden Joko Widodo ikut mengerek perolehan suara partainya pada pemilihan legislatif 2019. Idrus beralasan, saat ini partainya telah mendukung penuh pemerintahan Jokowi, serta berkomitmen memberi sokongan dalam pemilihan presiden 2019.

"Keberadaan Partai Golkar mendukung Jokowi pada Pilpres 2019, itu harus memberikan nilai tambah. Sehingga hubungan Pak Jokowi dan Partai Golkar harus lebih produktif, harus lebih sinergis," kata Idrus di Jakarta (01/12/2017).

Apalagi, menurut Idrus, Partai Golkar akan mampu menyumbang suara sebesar 13 persen untuk Jokowi pada Pilpres 2019. "Tentu, Pak Jokowi, karena Golkar telah mendukung baik pemerintahannya maupun capresnya, Pak Jokowi juga memiliki tanggung jawab agar Partai Golkar tidak semakin kecil perolehan suaranya pada 2019. Harus semakin meningkat juga," ungkapnya lagi.

Idrus berujar, Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi tokoh yang pendapatnya didengarkan oleh Partai Golkar. Kata dia, pertemuan ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dengan Jokowi dan JK juga pekan ini juga untuk mendiskusikan kondisi politik Partai Golkar.

Situasi ketua umum Golkar Setya Novanto yang terbelit dugaan korupsi e-KTP, membuat internal partai pecah. DPD tingkat I Golkar misalnya meminta segera digelar Munaslub untuk menggantikan Novanto yang sudah dipenjara oleh KPK. Bahkan mereka juga telah bertemu presiden di Istana Negara beberapa hari lalu untuk membahas masalah tersebut, dilanjutkan bertemu wakil presiden di rumah dinasnya.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob

  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

pernah melihat atau bahkan mengalami sendiri perlakuan diskriminatif / ujaran kebencian di ruang pendidikan, tempat kerja, lembaga pemerintahan, dan ruang publik lainnya tapi tidak tahu lapor kemana?