Demi Mudik Akhir Tahun, Proyek Tol Jakarta-Cikampek dan Angkutan Berat 'Diliburkan'

Pengehentian proyek dan pembatasan operasional mobil besar diharapkan bisa memperlancar jalur kendaraan di beberapa ruas tol yang sering menjadi titik kemacetan.

Selasa, 19 Des 2017 09:55 WIB

Pekerja beraktivitas di area pelebaran ruas Tol Jakarta-Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (10/5/2017). Pelebaran itu untuk pembangunan tol layang Jakarta Cikampek II. (Foto: ANTARA/Risky Andrianto)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Awal pekan ini pemerintah melakukan koordinasi antarpimpinan instansi dan lembaga untuk menghadapi hari besar Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

Koordinasi dipimpin Menko Maritim Luhut Panjaitan dengan melibatkan sejumlah kementerian, Panglima TNI hingga Kapolri dan Kapolda se-Indonesia.

Luhut Pandjaitan mengatakan rapat koordinasi dilakukan untuk mengantisipasi munculnya berbagai masalah saat Natal dan Tahun Baru.

"Mulai dari angkutan, bencana, jalan, kesehatan, BBM, terorisme, premanisme. Semua kita bahas. Ini sedang diterjemahkan ke lapangan di bawah secara terpadu. Intinya adalah semua proses pengambilan keputusan ini kami lakukan secara terintegrasi sehingga menghindari kemungkinan kesalahan dalam bertindak di lapangan," kata Luhut di Mabes Polri, Jakarta, Senin (18/12/2017).

Luhut mengatakan dalam menghadapi arus lalu lintas dan kemacetan pada akhir tahun, Polri, Jasa Marga dan Kementerian Perhubungan akan melakukan pengaturan. 

Dalam rapat koordinasi itu disepakati pemerintah akan menghentikan proyek pembangunan jalan tol layang (Elevated II) Jakarta-Cikampek mulai 23 Desember 2017 hingga 2 Januari 2018, pembatasan kendaraan besar masuk jalur kendaraan umum pada 23 Desember sampai 3 Januari 2018, serta rekayasa lalu lintas secara insidental. 

Pengehentian proyek dan pembatasan operasional mobil besar diharapkan bisa memperlancar jalur kendaraan di beberapa ruas tol yang sering menjadi titik kemacetan.

Baca juga:

Pasokan BBM

Masalah bahan bakar minyak (BBM) dan kelangkaan LPG juga dibahas dalam rapat koordinasi pemerintah tersebut. 

Menko Maritim Luhut Panjaitan mengatakan PT Pertamina sudah menyediakan stok bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG untuk 17 hari ke depan terhitung sejak Senin (18/12/2017). 

Pernyataan Luhut itu dibenarkan Direktur Utama Pertamina, Elia Massa Manik. Ia mengatakan Pertamina menaikan stok level BBM dari 11 hari menjadi 17 hari.

"Stok aman yang biasanya 11 hari kami naikkan level menjadi 17 hari. Kami antisipasi kalau ada ombak pasang, maka kami kirimkan lebih. Kalau BBM melihat dari mudik lalu tidak akan kurang. Soal LPG juga sama kami sediakan sampai 17 hari ke depan. Kalau ada keterlambatan pengiriman ke beberapa suplier maka kami drop di SPBU, jadi stok tetap aman," kata Manik.

Untuk mengantisipasi membludaknya masyarakat yang akan mudik pada libur Natal dan akhir tahun, Kementerian Perhubungan juga menambah kendaraan angkutan umum.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Kementerian Perhubungan menambah gerbong kereta dan slot penerbangan sebanyak lima persen untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

"Kalau terjadi over demand kami ada penambahan lima persen jumlah transportasi. Kalau angkutan udara kami berikan tambahan slot dan anjuran penggunaan pesawat berbadan lebar. Tidak ada masalah," kata Budi.

Menko Maritim Luhut Panjaitan berharap permasalahan yang mungkin timbul di setiap libur panjang bisa diantisipasi. Selain itu, kata Luhut, untuk mengantisipasi ancaman aksi teror juga sudah mendapat perhatian Kepolisian dan TNI.

Editor: Agus Luqman 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.