BNN Gerebek Rumah yang Diduga Jadi Pabrik Pil PCC di Solo

Walikota Solo Hadi Rudyatmo yang ada di lokasi mengungkapkan, dalam penggeledahan ditemukan mesin dan bahan baku pembuatan pil PCC.

Minggu, 03 Des 2017 15:39 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Solo - Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kepolisian menggerebek serta menggeledah sebuah rumah di Solo. Bangunan rumah di Jalan Setiabudi Nomor 66, Banjarsari itu diduga merupakan pabrik pembuatan pil PCC.

Walikota Solo Hadi Rudyatmo yang ada di lokasi mengungkapkan, dalam penggeledahan ditemukan mesin dan bahan baku pembuatan pil.

"Saya itu tahu-tahu ditelepon ada kejadian ini dan langsung ke lokasi. Ada dari BNN dan kepolisian. Saya lihat di dalam ada serbuk, mesin cetak, ada mixer atau mesin pengaduk, mesin strip," tutur Walikota Solo Hadi Rudyatmo, di lokasi penggrebekan di Solo, Minggu (3/12).

"Saya lihat ini memang pabrik tapi di dalam rumah. Banyak sekali. Kejadian ini mau bagaimana lagi, ya harus dinyatakan Solo darurat narkoba," tambahnya.



Sekitar 50an polisi bersenjata lengkap menjaga ketat rumah dua lantai tersebut. Garis polisi telah mengelilingi pagar serta bangunan.

Baca juga:

Ketua RT setempat, Joko Rudianto yang juga ada di lokasi mengungkapkan, dirinya melihat hasil produksi berupa pil. Menurutnya bangunan rumah itu sudah dihuni sejak delapan bulan lalu.

"Tapi kami hanya menerima laporan izin untuk usaha laundry, kalau ternyata disalahgunakan ya saya tidak tahu. Tadi di dalam rumah itu, saya lihat ada mesin pencetak kapsul, ada dua mesin. Bahan bakunya juga banyak. Masih berupa serbuk atau bubuk," tutur Joko.
 
Penggerebekan hingga penggeledahan berlangsung lebih dari empat jam. Mobil bak terbuka membawa belasan tong dan tumpukan karung ke rumah tersebut.

Baca juga:





Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jonan Targetkan Tahun Ini 1.500 Desa Teraliri Listrik

  • Tim Satgas Pangan Bondowoso Selidiki Penyebab Harga Beras Melonjak
  • Tangani Timnas Wales, Giggs Dapat Dukungan dari Mantan Pelatih Inggris
  • UAE Tuding Jet Tempur Qatar Cegat Dua Pesawat Komersial

Sekarang sudah ada jalan keluarnya, yaitu neliti.com