Asian Games Jadi Patokan Vaksin Ulang Difteri

Jakarta, Banten dan Jawa Barat dimulai pekan depan. Sumatera Selatan awal tahun depan

Jumat, 08 Des 2017 22:13 WIB

Petugas melakukan pemeriksaan pasien suspect penyakit Difteri yang baru masuk, di Ruang Isolasi Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (7/12). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Kementerian Kesehatan memprioritaskan penanganan wabah difteri tahun ini di daerah yang akan menjadi lokasi perhelatan Asian Games 2018. Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes Jane Soepardi mengatakan, imunisasi ulangĀ  (Outbreak Renponse Imunisasion) di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, akan mulai pekan depan.

Sementara, imunisasi ulang untuk Sumatera Selatan yang juga menjadi lokasi Asian Games, akan dimulai awal tahun depan. Dia beralasan perhelatan acara olahraga se-Asia itu menjadi patokan lantaran tak ingin atlet maupun pendukungnya juga ikut terjangkit difteri.

"Atlet dari 50 negara datang ke daerah terjangkit, nanti atletnya datang ke sini, kena difteri semua, enggak bisa bertanding, kemudian mereka pulang bawa difteri, menyebarkan ke 50 negara, apa enggak malu?" kata Jane kepada KBR, Jumat (08/12/2017).

Menurut Jane, 16 provinsi terjangkit difteri lainnya harus menunggu lantaran vaksin yang tersedia saat ini sudah terbatas. "Ini kan akhir tahun, dana sisa-sisa dana, vaksin sisa-sisa vaksin, mau disuntik pakai apa? Jadi selebihnya di tahun depan. Kita prioritaskan dulu daerah lokasi Asian Games. Nanti Jawa Timur juga akan dilakukan, tapi tidak sekarang," terangnya lagi.

Jane mengatakan, Kementerian Kesehatan akan tetap mengupayakan agar ke-20 daerah terjangkit segera divaksin ulang. Meski begitu, wabah yang menjangkit di akhir tahun bertepatan dengan persediaan vaksin difteri yang menipis, sehingga harus ada yang menunggu hingga tahun depan.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jokowi Minta Perbankan Beri Kredit UMKM

  • PT Angkasa Pura I Buka Peluang Musyawarah Terkait Konflik NYIA
  • Turki Ancam Serang Milisi Kurdi
  • PBB: Tiga Tahun Terakhir Terpanas Dalam Sejarah

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.