Antisipasi Sweeping Jelang Natal, Ini Langkah Polri

Iqbal menambahkan, hingga pekan ini kepolisian belum menerima laporan mengenai aksi sweeping oleh Ormas. Kendati begitu, polisi sudah menyusun rencana operasi pengamanan.

Minggu, 10 Des 2017 15:32 WIB

Ilustrasi.

KBR, Jakarta - Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru, kepolisian menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kemungkinan aksi pembersihan atau sweeping oleh Organisasi Masyarakat (Ormas).

Juru bicara Mabes Polri, Muhammad Iqbal memastikan akan menindak tegas Ormas yang menggelar sweeping. Sebab dia menjelaskan, kewenangan pengamanan dan penertiban merupakan ranah kepolisian.

Namun dia mengatakan, sebelumnya polisi akan terlebih dulu melakukan pendekatan persuasif.

"Kami menyampaikan pre-parenting approach bahwa tidak ada yang melakukan sweeping itu tidak ada, dan itu dilarang keras. apabila ada, Polri akan melakukan tindakan menurut hukum yang berlaku," tutur Iqbal saat dihubungi KBR, Minggu (10/12).

Iqbal menambahkan, hingga pekan ini kepolisian belum menerima laporan mengenai aksi sweeping oleh Ormas. Kendati begitu, polisi sudah menyusun rencana operasi pengamanan.

"Tindakan lain, kami sedang menyusun beberapa tahap perencanaan pengamanan Natal dan Tahun Baru lewat gelar operasi kemanusiaan," tambahnya tanpa merinci jumlah pasukan yang akan dikerahkan.

Baca juga:

Iqbal menjelaskan, bentuk pengamanan akan serupa dengan tahun sebelumnya yakni melalui operasi lilin. Polisi baru akan memastikan jumlah personil yang diturunkan pada rapat gabungan, Selasa (12/12) mendatang.

"Selasa baru akan rapat seluruh polda akan dipanggil ke Mabes, yang jelas (jumlah pasukan) tidak akan beda jauh. Namun akan disesuaikan ada penambahan mengikuti lingkungan strategis," ungkap Iqbal.

Pada perayaan Natal tahun lalu terjadi aksi sweeping yang dilakukan kelompok tertentu terhadap atribut-atribut natal. Aksi sweeping dipicu keluarnya fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan penggunaan pernik-pernik Natal oleh umat Islam.

Sebelumnya, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Setyo Wasisto mengatakan akan mengupayakan penanganan terbaik bukan saja untuk pengamanan jelang Natal dan Tahun Baru, melainkan juga terkait antisipasi kemacetan dan kenaikan harga bahan pokok.

Baca juga:





Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Selama ini kita sering mendengar berita mengenai orang yang meninggal akibat penyakit diabetes, sehingga menjadikan diabetes sebagai salah satu penyakit yang ditakuti.