Turki Deportasi WNI Yang Ingin Gabung ISIS

Para WNI yang dideportasi kini berada di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Minggu, 25 Des 2016 14:21 WIB

Bendera ISIS. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Tiga WNI yang terindikasi akan bergabung dengan ISIS di Suriah dideportasi dari Turki. Juru Bicara Polri, Rikwanto mengatakan, tiga orang tersebut yang tiba di Indonesia Sabtu malam (17.40 WIB) langsung di bawa oleh Densus 88. Saat ini ketiganya berada di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, untuk pemeriksaan intensif.

"Mereka di tangkap di Turki, 5 Desember 2016 karena akan memasuki Suriah untuk akan bergabung dengan ISIS. Karena dicurigai pemerintah Turki, kemudian di tangkap, diperiksa, dan diambil keputusan mereka harus dideportasi," ujarnya kepada KBR, Minggu (25/12/2016).

Ketiga WNI tersebut yakni Tomi warga Pekanbaru, Johanan warga Bandung, dan Rafli warga Jakarta. Mereka bertiga berstatus pengangguran.

Saat ditangkap, ketiganya hanya membawa pakaian secukupnya. Paspor yang dipegang mereka adalah paspor wisata. Saat ini Densus masih menelusuri bagaimana perekrutan anggota ISIS yang dialami tiga orang tersebut.

"Mereka kan langsung dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua, kemudia di telusuri dia direkrut oleh siapa, kapan dan bagaimana proses. Saat ini didalami Densus 88 di penjara Mako Brimob,"ungkapnya.

Baca:Samakan ISIS dengan Arab Saudi, Microsoft Diboikot

Rikwanto menambahkan saat ini penjagaan di perbatasan Suriah dan Irak lewat Turki terus diperketat. Sehingga, sangat sulit sekali untuk siapapun melewati perbatasan itu. Apalagi, jika terindikasi bergabung dengan ISIS.

Turki berbatasan darat sebelah selatan sepanjang 900 kilometer dengan Suriah.  Di tengah perang yang berkecamuk di Suriah dan Irak, peran Turki sangat penting, terutama bagi para calon militan yang akan bergabung dengan kelompok bersenjata. Pasalnya, jalur termudah menuju Suriah adalah via Turki, dengan bantuan penyelundup. Menurut pemerintah, sudah lebih dari 500 WNI yang saat ini bergabung dengan kelompok bersenjata.

Sejak tahun lalu, Turki mengaku telah mendeportasi 1.056 warga asing dan menetapkan larangan berkunjung terhadap 7.833 lainnya untuk mencegah rekruitmen militan. 

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi