Terbukti Mabuk, Izin Pilot Citilink Bakal Dicabut

Video yang beredar memperlihatkan Kapten Tekad dalam kondisi mabuk.

Jumat, 30 Des 2016 15:50 WIB

Ilustrasi: President and CEO PT Citilink Indonesia, Albert Burhan (kanan) berbincang dengan General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Supadio Pontianak, Bayuh Iswantoro (kiri). (Foto: Antara)


KBR, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya memastikan bakal memerintahkan pencabutan izin penerbang Citilink Kapten Tekad Purna Agniamartanto apabila terbukti mabuk.

Kata dia, saat ini yang bersangkutan masih dibebastugaskan sementara sembari dilakukan penyelidikan. Menurut Budi, hasil penyelidikan awal menyebutkan bahwa tidak ada indikasi pilot tersebut mengonsumsi minuman yang dilarang. Namun, video yang beredar memperlihatkan Kapten Tekad dalam kondisi mabuk.

"Kami sekarang kan melakukan penelitian. Ini ada dua kondisi, dari penelitian awal tidak ada indikasi yang bersangkutan itu menggunakan minuman atau sesuatu yang terlarang, tapi jelas dalam video yang beredar itu, dia mabuk ya," kata Budi Karya, Jumat (30/12/2016).

"Oleh karenanya kami akan melakukan kajian lebih lanjut, karena bagaimanapun juga kita ada asas praduga tidak bersalah, bila penelitian  terbukti, maka kami minta Citilink mencabut licence yang dimilikinya," lanjutnya.

Baca:

Menteri Perhubungan Budi Karya juga bakal menegur Citilink atas kelalaian yang membahayakan keselamatan penumpang.

"Kami juga akan menegur Citilink agar melakukan sesuatu atau memberikan syarat-syarat bagi semua awak, lebih sesuai dengan aturan, karena pesawat udara ini satu alat transportasi yang sangat riskan," tutur bekas Dirut PT Jakpro ini. (ika)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1