Rayakan Tahun Baru di Bandung dengan Kembang Api, Ini Imbauan Polisi

Kepolisian Kota Bandung mengimbau warga yang merayakan tahun baru agar tak menyalakan kembang api di pusat keramaian.

Sabtu, 31 Des 2016 21:52 WIB

Ilustrasi: Kembang api pergantian tahun. (Foto: Karanganyar.go.id)


KBR, Bandung - Kepolisian Kota Bandung mengimbau warga yang merayakan tahun baru agar tak menyalakan kembang api di pusat keramaian. Seperti di Alun-alun Kota Bandung, Kawasang Dago, Lapangan Gasibu, Alun-alun Ujungberung dan Jalan Layang Pasopati.

Imbauan itu, menurut Kepala Polisi Kota Bandung Hendro Prabowo, untuk mengantisipasi gangguan keamanan atau kecelakaan di lokasi-lokasi yang menjadi titik kumpul massa. Namun jika masyarakat tetap berkeras, Hendro menyarankan kembang api diarahkan ke atas saat hendak dinyakalan.

"Kembang api itu kan bisa membahayakan manakala dinyalakan tidak pada tempatnya, contoh kalau di tempat seperti ini kan engga masalah, tapi kalau ditempat keramaian, ini dampaknya sangat besar menimbulkan kekagetan kemudian bisa berkelahi gara-gara kembang api kalau dinyalakan mengarah kepada kerumunan bisa membuat rasa takut," jelas Hendro Pandowo di Bandung, Sabtu (31/12/2016).

Sedangkan untuk kembang api dengan daya ledak tinggi, Kepala Polisi Kota Bandung Hendro Pandowo mengimbau, bagi kelompok tertentu yang ingin menyalakannya harus melapor ke kepolisian.

Sementara untuk pengamanan lalu lintas, polisi juga akan menghentikan kendaraan bak terbuka yang mengangkut orang dalam perayaan malam pergantian tahun. Selain melanggar peraturan lalu lintas, kata Hendro, kegiatan tersebut rentan kecelakaan.

Baca:

Hal serupa juga diberlakukan terhadap andong ataupun delman yang
mengangkut penumpang. Biasanya, kata Hendro, andong ataupun delman itu berasal dari daerah lain melewati jalan raya di kawasan perbatasan Kota Bandung.

Berdasarkan pantauan KBR Sabru (31/12/2016) sore di beberapa ruas jalan di Kota Bandung, belum terjadi antrean kendaraan ataupun kemacetan arus lalu lintas menjelang pergantian tahun. (ika)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau