Pertemuan MSG di Vanuatu, Selasa (20/12). (Sumber: ULMWP)


KBR, Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM Wiranto tak mau ambil pusing soal kemungkinan putusan Melanesian Spearhead Group(MSG) terkait nasib keanggotaan Gerakan Pembebasan Papua Barat(ULMWP). Dia memandang sudah semestinya MSG menolak keanggotaan penuh ULMWP.

"Ya kita menghendaki jangan ada satu organisasi yang menurut saya kontroversi. Harus hormati kedaulatan Indonesia, harus ditolak, ga bisa kemudian mendua. Misalnya anda sendiri mengundang tetangga yang sedang berkelahi sama bininya. Pasti pilih yang bener yang mana, yang sah kan?" ujar Wiranto, Selasa (20/12).

Dia mensinyalkan jika keputusan MSG nanti tidak sesuai harapan Indonesia, maka itu akan berdampak buruk pada hubungan politik antarnegara. Secara halus, dia membujuk agar negara-negara Melanesia itu berpihak kepada Indonesia.

"Organisasi ini kan dalam konteks negara baru melakukan gerakan. Lebih baik menghormati Indonesia daripada satu gerakan yang mau memecahbelah Indonesia."

Hingga Jumat (23/12) mendatang, MSG menggelar pertemuan anggota membahas rancangan kriteria keanggotaan MSG. Setelah itu nantinya akan dibahas  soal bagaimana nasib keanggotaan ULMWP apakah diterima menjadi anggota penuh. Namun karena jelang Natal, pertemuan ditunda dan akan dilanjutkan di  Leader Summit pada awal Januari. 

Hingga kemarin, dua negara yakni Vanuatu dan Kepulauan Solomon mendukung UMLWP masuk menjadi anggota penuh MSG. Sementara, Fiji dan Papua Nugini mendukung Indonesia untuk menolak keanggotaan penuh ULMWP.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!