Peringatan 1 Desember, Polisi Waspadai Tiga Daerah Rawan

Polisi berharap pihak yang ingin melaksanakan kegiatan doa bersama dapat taat kepada aturan yang sudah disepakati bersama.

Kamis, 01 Des 2016 08:48 WIB

Aksi pendukung Papua Merdeka dalam aksi di Manokwari, Papua Barat. Foto tanpa tanggal. (Foto: FWPC)


KBR, Jayapura - Kepolisian Daerah Papua mewaspadai tiga daerah rawan gangguan kemaanan, saat peringatan deklarasi politik bangsa Papua Barat, yang biasa diperingati setiap tanggal 1 Desember.

Kapolda Papua Paulus Waterpauw mengatakan tiga daerah itu adalah Kota Jayapura, Timika dan Wamena ibukota kabupaten Jayawijaya.

Baca: Peringatan Papua Merdeka, Komnas HAM Minta Aparat tak Reaktif

Paulus mengatakan ada sejumlah pihak yang tergabung dalam kelompok yang mengatasnamakan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) akan melakukan peringatan 1 Desember dengan cara melakukan doa bersama.

Polisi berharap pihak yang ingin melaksanakan kegiatan doa bersama dapat taat kepada aturan yang sudah disepakati bersama.

"Saya setuju dengan pernyataan Ketua DPRP kemarin bahwa jangan ada lagi upaya-upaya yang sedemikian rupa mengganggu ketentraman dan keamanan. Mau berdoa, silahkan berdoa saja. (Siaga satu?) Belum," katanya.

Baca: KNPB Tuding Aparat Intimidasi Warga jelang 1 Desember

Situasi di Kota Jayapura pada umumnya berjalan seperti biasa. Pada Kamis (1/12) pagi belum terlihat persiapan atau kerumunan massa di Rusunawa Perumnas III Waena yang rencananya akan dijadikan lokasi doa bersama.

Di Sentani, Kabupaten Jayapura, tepatnya di lokasi sekitar Makam Theys Hiyo Elsya yang biasa dilakukan doa bersama HUT OPM, saat ini hanya terlihat kerumunan anak sekolah dan aktivis HIV/AIDS untuk melaksanakan perayaan Haris AIDS yang juga diperingati setiap 1 Desember.

Baca: Pemerintah Ancam Tangkap Pelaku Peringatan Kemerdekaan Papua

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Bawaslu RI Keluarkan Rekomendasi Pembatalan Calon Bupati Jayapura

  • Dianggap Buron, Aktivis Nelayan Budhi Tikal Ditangkap Polisi
  • Polisi Ringkus 4 Pelaku Duel Gladiator
  • Brimob Amankan Rumah Pengungsi Gunung Agung