Penangkapan Teroris, Pengamat: Kelompok Batam dan Majalengka Paling Berpotensi Beraksi

"Ini jalinan pertemanan-pertemanan lama mereka dulu waktu bagian daripada jaringan teroris Nurdin M Top Jamaah Islamiyah"

Rabu, 21 Des 2016 21:46 WIB

Ilustrasi: Barang bukti dari penangkapan terduga teroris. (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Anggota jaringan Majalengka dan Batam dinilai berpotensi melakukan aksi teror.  Kata Pengamat Terorisme Al Chaidar ini lantaran kedua jaringan ini telah memiliki kemampuan membuat bom berdaya ledak tinggi.

Kata dia, Kelompok Majalengka saat ini dipimpin oleh Abu Nusaibah sementara kelompok Batam oleh Rio.

"Ini jalinan pertemanan-pertemanan lama mereka dulu waktu bagian daripada jaringan teroris Nurdin M Top Jamaah Islamiyah. (Selain Majalengka?) Batam, di Sumatera ada 5 sel induk, ada Batam, Lampung, Jambi, Bengkulu, Riau, Medan dengan Padang itu ikut ke Batam," kata Al Chaidar ketika dihubungi KBR, Rabu (21/12/2016).

Al Chaidar memperkirakan jumlah paramiliter jaringan Bahrun Naim di Indonesia bagian Barat mencapai 600 orang. Jumlah jamaah atau simpatisannya diperkirakan lebih dari 11 juta orang. Sementara untuk di Indonesia bagian Timur, sel jaringan Bahrun Naim sudah habis dipangkas oleh TNI/Polri.

"Simpatisannya, jamaahnya itu sekitar 11 jutaan. Tapi kalau untuk paramiliternya tinggal 600 sekarang, dulu 1200, sekarang tinggal 600 sudah habis setengahnya," ujar dia.

Al Chaidar mengatakan, Bahrun Naim memang memilih bulan Desember untuk melancarkan aksi teror karena ada momen natal. Kata dia, hal ini bisa menginspirasi kelompok ISIS di Suriah untuk gencar melakukan teror di bulan yang sama.

"Jadi mereka (ISIS di Suriah) tidak begitu mengetahui efeknya yang sangat besar untuk momentum-momentun tersebut di bulan Desember ini. Tapi berdasarkan doktrin Hambali, serangan Desember itu adalah serangan yang paling menggetarkan yang paling menakutkan yang menimbulkan efek teror yang besar," kata Al Chaidar. 

Hari kepolisian menangkap 7 orang terduga teroris. Sebanyak 4 orang ditangkap di Tangerang Selatan dengan 3 di antaranya tewas karena melawan. Sedangkan lainnya 3 lainnya ditangkap di Deli Serdang, Sumatera Utara, Batam, Kepulauan Riau, dan Payakumbuh Sumatera Barat.


Editor: Rony Sitanggang


Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Paripurna DPR Tetapkan Tujuh Anggota Komnas HAM

  • Polisi Masih Dalami Politikus Penyandang Dana Saracen
  • DKI Ubah Trayek Angkutan Umum demi Program OK-OTRIP
  • Tidak Ada Logo Palu Arit di Spanduk Yang Digunakan Warga Demo Tolak Tambang Emas