Nyala lilin untuk menghormati korban musibah kecelakaan pesawat yang menimpa belasan pemain klub sepakbola Brazil, Chapecoense. (Foto: Getty Images)

KBR - Klub sepakbola Chapecoense akan tetap menjalani sisa pertandingan di kompetisi Campeonato Brasileiro Serie A, kasta tertinggi sepakbola di Brazil, meski baru saja terkena musibah.

Kompetisi Brasileiro sudah memasuki pekan ke-37 atau hampir mendekati akhir. Chapecoense saat ini menempati posisi 9 klasemen. Pada pertandingan pekan ke-38 atau terakhir, Chapecoense akan bertemu Atletico Mineiro yang sebelumnya dijadwalkan pada 5 Desember mendatang. Namun karena musibah kecelakaan pesawat itu, pertandingan terakhir ditunda.

Sebagian besar para pemain Chapecoense tewas dalam musibah kecelakaan pesawat carteran yang mengangkut tim dari Brazil menuju Kolombia. Mereka sedianya hendak menjalani laga final leg pertama Copa Sudamericana 2016 melawan klub Kolombia Atletico Nacional.

Namun pesawat jatuh diduga karena kehabisan bahan bakar. Sebanyak 19 pemain, bersama para ofisial tim tewas termasuk pelatih klub Luiz Carlos 'Ciao Junior' dan Presiden klub, Sandro Pallaoro.

Enam orang selamat termasuk tiga pemain Chapecoense meski dalam kondisi cedera parah.

Kini klub Chapecoense hanya memiliki enam pemain tersisa yang tidak ikut berangkat.

Baca: Sepakbola Tak Hanya Persaingan, Tapi juga Kemanusiaan   

Pejabat sementara Presiden klub Chapecoense, Ivan Tozzo mengatakan kemungkinan pertandingan terakhir akan digelar pekan depan dengan pemain didominasi pemain muda.

Federasi Sepakbola Brazil (CFB) telah menyerukan tujuh hari berkabung atas musibah itu, dan menunda pertandingan pamungkas antara Chapecoense melawan Atletico Mineiro yang kini di posisi empat klasemen sementara.

Ivan Tozo mengatakan ia sudah ketemu petinggi CFB Marco Polo del Nero, yang menginginkan agar pertandingan terakhir digelar di akhir pekan pada 11 atau 12 Desember---atau kurang dari dua pekan pasca tragedi.

Saat itu Marco Polo mengatakan pertandingan terakhir Chapecoense harus digelar karena akan menjadi pertandingan besar.

"Saya sudah mengatakan bahwa kami tidak punya 11 pemain. Tapi dia mengatakan, 'kamu punya'. Kamu punya tim pemain yunior, juga pemain yang sedang dalam proses pemulihan. Lima atau enam orang pemain yang sedang masa pemulihan bisa diturunkan, dan bermain dengan yunior. Tidak usah peduli dengan hasil pertandingan, tapi kita harus adakan upacara yang besar, yang layak dan pantas untuk para pemain Chapecoense. Upacara yang pantas untuk kawasan ini, untuk negara bagian Santa Catarina dan untuk Brazil," kata Ivan Tozzo menirukan perkataan Marco Polo.

Para pemain yang dimaksud Marco Polo, diantaranya adalah kiper Nivaldo. Selasa lalu, Nivaldo telah mengumumkan pensiun pasca tragedi yang menimpa rekan-rekan setimnya. Meski sudah menyatakan pensiun, Nivaldo mengatakan akan mempertimbangkan untuk turun ke lapangan pada pertandingan penting itu untuk menghormati teman-temannya yang tiada.

"Rekan-rekan setim saya mungkin ingin kami bermain pada pertandingan itu. Hanya saya tidak tahu, bagaimana saya mampu berdiri tegar di lapangan yang penuh dengan orang yang menyebut nama-nama pemain yang meninggal. Kami akan coba, meski itu berat," kata Nivaldo.

Dengan kondisi pemain senior yang minim, bahkan tidak untuh untuk sekadar menggenapi 11 pemain, Chapecoense bakal kesulitan melewati kompetisi musim depan. Meski begitu sejumlah klub baik di Brazil maupun luar Brazil khususnya di Afrika Selatan sudah menawarkan diri meminjamkan pemain secara gratis.

"Klub itu akan dibangun kembali, saya yakin. Delapan klub sudah menghubungi saya dan menawarkan bantuan itu, sebagai bentuk solidaritas. Tapi kami sedang pelajari seperti apa bantuan yang terbaik bagi mereka," kata Walter Feldman, Sekjen Konfederasi Sepakbola Brazil (CBF).

Dari 77 orang berada di pesawat carteran itu, 71 orang meninggal, termasuk 19 orang pemain Chapecoense dan sejumlah tim. Sedangkan enam orang selamat, tiga orang diantaranya pemain klub. Hanya saja mereka dalam kondisi luka parah.

Dari tiga pemain yang selamat itu, satu orang yaitu kiper Jackson Follmann kemungkinan tidak akan bisa berkarir lagi di sepakbola profesional karena satu kakinya harus diamputasi. Bahkan dokter mempertimbangkan untuk mengamputasi kaki satunya lagi.

Sementara Neto dalam kondisi stabil, dan Alan Ruschel sudah bisa menggerakkan kaki usai operasi. Namun dua orang ini jelas tidak akan bisa bermain bola dalam waktu dekat.

Klub Chapecoense sebelumnya sukses menembus babak final di kompetisi sepakbola Afrika Selatan tanpa nama-nama pemain bintang. Tujuh tahun lalu, Chapecoense hanya berada di divisi empat kompetisi di Brazil. Lalu pada 2014, naik ke kasta tertinggi Serie A.

Sejumlah pemain yang sebelumnya berencana hengkang ke klub lain berencana mempertimbangkan kembali keputusannya. Seperti kiper Chapecoense, Marcelo Boeck yang sedianya akan pindah klub tahun depan.

"Kami tahu ini situasi yang berbeda. Karena kami masih bagian dari tim ini. Kami berharap bisa membantu membangun kembali klub ini bersama ingatan para anggota tim lain yang sudah tiada," kata Marcelo.

Seandainya Chapecoense bakal dianugerahi gelar Juara Sudamericana 2016---seperti permintaan dari klub Kolombia Atletico Nacional, calon lawan di final Sudamericana, maka Chapecoense bakal otomatis masuk kualifikasi ikut kompetisi Piala Libertadores musim depan.

Copa Libertadores merupakan kompetisi Liga Champions versi Amerika Selatan yang bakal dimulai Februari mendatang.

Ini bakal menyulitkan klub yang sedang membangun, dengan kondisi banyak kehilangan sumber daya manusia.

"Kami hanya tinggal memiliki beberapa orang dokter, dua fisioterapis, dua staf ruang loker pemain, satu perawat, satu terapi, satu pelatih kiper dan saya," kata Victor Hugo, analis data dan asisten pelatih yang mendampingi pelatih utama Caio Junior.

Para staf yang masih tersisa itu tidak terpilih ikut ke Kolombia karena, kata Hugo, tidak dipilih pelatih atau karena cedera. (Sky Sport/SBS/Time/Fox Sport) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!