Menkopolhukam Minta Publik Sabar Menunggu Proses Hukum Ahok

"Dengan demikian maka, kembali tadi kami mohon, masyarakat sabar menunggu agar proses hukum dapat berlangsung dengan baik dan bisa melahirkan atau mewujudkan satu keadilan yang ditunggu-tunggu."

Jumat, 02 Des 2016 16:14 WIB

Ribuan orang melaksanakan Salat Jumat saat aksi 2 Desember 2016 di kawasan silang Monas, Jakarta, Jumat (2/12). Mereka menuntut agar Gubernur nonaktif Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ditangkap. (Foto:


KBR, Jakarta - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto meminta masyarakat untuk bersabar menunggu penuntutasan proses hukum terhadap Gubernur Nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Dengan demikian maka, kembali tadi kami mohon, masyarakat sabar menunggu agar proses hukum dapat berlangsung dengan baik dan bisa melahirkan atau mewujudkan satu keadilan yang ditunggu-tunggu masyarakat banyak," kata Wiranto di kompleks Istana, Jumat (2/12/2016).

Pernyataan ini disampaikan Wiranto menanggapi tuntutan yang disuarakan massa aksi 2 Desember di Monas, hari ini. Kata dia, Kepolisian dan Kejaksaan Agung tengah bekerja sehingga kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok siap disidangkan. Ia juga kembali menegaskan tidak ada intervensi dari Presiden.

"Dipastikan bahwa pemerintah dalam hal ini Presiden, juga tidak berniat melakukan intervensi terhadap proses hukum yang berlangsung, tidak akan mencampuri, kita serahkan proses hukum seadil-adilnya," katanya.

Baca:

Menkopolhukam Wiranto juga menyampaikan apresiasinya lantaran aksi hari ini (2/12) berlangsung tertib. Kata dia, hal tersebut merupakan keberhasilan komunikasi antara pimpinan aksi dengan aparat keamanan.

"Hari ini kita menyaksikan suatu peristiwa yang luar biasa ada penumpukan massa yang begitu besar, tapi bisa berjalan dengan tertib, aman, damai, itu luar biasa," ujar Wiranto. (ika)

Baca: Mahfud MD Minta Polisi Transparan Tangani Dugaan Makar

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Mari dukung penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional, dengan BPJS, dengan gotong royong semua tertolong.